Ketika itu, Persija Jakarta menjamu Persib dalam pekan ke-8 Liga 1 2019. Meskipun Bobotoh sudah dilarang untuk nonton langsung di stadion, tapi pria yang akrab disapa Aspal ini masih saja menemukan pendukung Maung Bandung yang bandel dan tetap datang ke SUGBK diam-diam.
"Kami tidak mau besar kepala, banyak yang respek dengan kami. Ini bisa jadi bahan [pembelajaran] suporter yang lain. Tapi banyak orang juga yang masih mencibir, saya tidak ambil pusing," kata Aspal kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sofia Yakin Bakal Menikah dengan Rossi |
Laga Persija vs Persib berakhir imbang 1-1. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Saya katakan bahwa ini pertandingan krusial, sehingga harus hati-hati dan waspada setiap ada pergerakan di tribune. Itu anak-anak [Korlap Jakmania] saya juga mengawasi. Kalau ada keributan, ambil dan bawa keluar," ucap dia.
Sebelumnya, diketahui pendukung Persib bernama Hedi Hidayat diamankan salah satu korlap Jakmania. Ia selamat dari potensi amukan pendukung Persija yang hadir di sana, setelah ke luar dari tribun VIP sekitar menit ke-85.
"Jadi ketika berlaga, kalau ada satu atau dua orang tidak senada, ya sudah pasti [penyusup]. Mereka biasanya kalau Persija sedang membangun serangan, malah lihat ponsel. Jadi sudah kelihatan. Lima sampai 10 menit jelang pertandingan berakhir, kami sudah bergerilya."
"Kalau ditanya, 'Kok bisa tahu itu suporter lawan? Bagaimana caranya membedakan dengan orang biasa/netral?' Jawabannya ya naluri suporter biasanya yang begitu," tutur dia.
"Kalau suporter asli, pasti akan bersorak. Yang mengerti suporter ya hanya suporter. Nah, refleknya dia ketika timnya dia gagal menyerang," tuturnya kembali.
Semangat suporter Jakmania demi menyaksikan laga Persija vs Persib. (Foto: CNN Indonesia/Aria Ananda) |
"Kami menemukan sembilan sampai 10 orang [pendukung Persib] di tempat yang berbeda-beda. Kebanyakan dari mereka berasal dari area VIP dan dekat-dekat media, karena mungkin menurut mereka area itu lebih aman," ucapnya.
Ahmad menyampaikan rata-rata mereka yang nekat mendukung Persib berusia 20-an. Ia sendiri berhasil menemukan dua orang asal Jawa Barat. Mereka langsung dilepas dan dibawa ke arah TVRI kemudian Stasiun Palmerah.
"Banyak juga tagar positif. Saya lihat di media sosial juga pendukung dari Bandung ada yang bilang, 'The Jak sudah banyak berubah, kapan kita berubah?' Tapi kembali lagi, yang saya lakukan ini demi organisasi," tegas Ahmad. (map/ptr/bac)
Laga Persija vs Persib berakhir imbang 1-1. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Semangat suporter Jakmania demi menyaksikan laga Persija vs Persib. (Foto: CNN Indonesia/Aria Ananda)