Ponsel Pak Yanto Suporter Sejati Indonesia Open Hilang

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 12:42 WIB
Ponsel Pak Yanto Suporter Sejati Indonesia Open Hilang Ponsel Pak Yanto, suporter sejati Indonesia, hilang di Indonesia Open 2019. (CNN Indonesia/ Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suporter ikonik di bulutangkis Indonesia, Haryanto Muamar sedih lantaran telepon seluler miliknya hilang saat menonton Indonesia Open 2019, Selasa (16/7).

Pria yang akrab disapa Pak Yanto ini mudah dikenali di tiap momen Indonesia tengah berjuang di arena bulutangkis. Dengan gaya eksentrik, Pak Yanto bisa mudah ditemukan tengah berteriak di tengah-tengah arena.

Yanto sudah 39 tahun menjadi pendukung Indonesia dan pada Selasa ini, ia merasa sedih luar biasa lantaran ponsel miliknya hilang.


"Kalau bisa, saya minta bantuan kepada pihak berwajib. Bantulah saya. Barang [dokumentasi] yang di hape itu, harganya melebihi selama 39 tahun melalangbuana. Saya sedih lah, saya datang ke sini untuk membela bangsa," kata Yanto sambil menangis.

Yanto menyampaikan ada kurang lebih 4.000 foto di dalam ponsel hilang itu.

Ponsel Pak Yanto Suporter Sejati Indonesia Open HilangPak Yanto sudah 39 tahun mendukung Indonesia. (CNN Indonesia/ Arby Rahmat)
"Foto sama Pak Menteri juga di sana. Saya tidak simpan dokumentasi tersebut di media sosial," ujar Yanto.

Yanto mengatakan ponsel dia hilang saat bersembahyang di musala. Karena membawa banyak barang untuk mendukung Indonesia, koper cokelat dan ponsel ia titipkan di sebuah gudang. Sementara ransel dan tas kecil ia bawa masuk musala.

"Ada orang bilang untuk menitipkan koper dan termasuk ponsel saya di sebuah gudang. Ketika sudah selesai salat, ponsel saya sudah tidak ada. Tapi koper saya yang berisikan peralatan mendukung, tidak hilang," kata Pak Yanto.

Selama 39 tahun dukung Indonesia, Yanto mengaku sudah ke berbagai negara. Seluruh negara di Asia, ucap dia, sudah pernah ia datangi.

Ponsel Pak Yanto Suporter Sejati Indonesia Open Hilang

"Sudah ke mana-mana, pernah ke Eropa juga. Nanti pada 30 Juli saya akan ke Thailand [Toyota Thailand Open 2019]. Biayanya saya sendiri, kadang juga dibantu PBSI dan Djarum," ucap pria berusia 55 tahun tersebut.

"Saya membawa banyak peralatan untuk dukung Merah Putih, tapi saya sedih sekarang. Ponsel hilang. Saya baru datang dari Kuala Lumpur kemarin, domisili saya di sana," ucapnya melanjutkan. (map/ptr)