Sore yang Indah untuk Samuel di Indonesia Open

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 19:59 WIB
Sore yang Indah untuk Samuel di Indonesia Open Samuel berfoto dengan Kevin/Marcus. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Samuel duduk di kursi roda yang didorong oleh kakaknya, Irene. Sang Ibu, Romana ikut mendampingi keduanya. Indonesia Open di Istora, Sabtu (20/7) sore, berujung indah untuk mereka.

Puluhan fan selalu berjajar di dekat ruangan konferensi pers dan media setiap pemain Indonesia menyelesaikan pertandingan. Mereka tahu bahwa dengan berjajar di pagar-pagar pembatas, mereka bisa melihat langsung idola mereka dari jarak cukup dekat. Bahkan bila beruntung, para bintang bulutangkis itu akan menyempatkan waktu untuk berfoto bersama.

Samuel ikut berdesak-desakan di deretan penggemar, sebelum akhirnya ia diizinkan melintasi pagar pembatas.


"Kami berangkat dari pagi. Rumah kami di Cikarang. Kami sudah punya tiket babak final, namun Samuel bilang mau menonton semifinal. Akhirnya kami ada di sini tetapi tidak masuk ke dalam," ucap Romana.

Tekad kuat Samuel untuk tetap datang ke Indonesia Open akhirnya berbuah manis. Ia mendapat kesempatan berada dalam jarak sangat dekat dengan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang baru saja menyelesaikan pertandingan.

Sore yang Indah untuk Samuel di Indonesia OpenSamuel dan keluarga berfoto dengan Ahsan/Hendra. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Ahsan dan Hendra menghampiri Samuel dan keluarganya kemudian lalu berfoto bersama. Begitu juga halnya dengan Kevin dan Marcus. Mereka juga menghabiskan waktu untuk berbicara dan memberikan tanda tangan.

Melihat momen tersebut, raut wajah Romana terlihat sangat bahagia. Perjuangan menembus jarak puluhan kilometer terbayar lunas dengan terwujudnya mimpi Samuel untuk dekat dengan bintang-bintang bulutangkis pujaannya.

"Anak saya sangat suka bulutangkis. Kakaknya juga suka bulutangkis, tetapi lebih hafal Samuel soal nama-nama pemain bulutangkis."

"Selain bulutangkis, Samuel juga suka nonton sepak bola. Bila ada bulutangkis dan sepak bola, maka ia pasti tidak mau pergi. Bahkan, minggu ini ia tidak terapi karena ingin menonton Indonesia Open," kata Romana.

Sore yang Indah untuk Samuel di Indonesia Open
Samuel yang berusia 16 tahun ini mengalami cerebral palsy atau gangguan pada gerakan, otot, atau postur karena cedera atau perkembangan yang tidak normal di otak. Namun hal itu tak lantas menghalangi semangat Samuel sebagai penggemar bulutangkis. Pada awal tahun ini, Samuel pergi ke Bandung untuk menonton Superliga dan di sana ia berhasil berfoto bersama Marcus.

"Jika ada pertandingan malam, maka ia tetap akan menonton. Dia sangat suka olahraga," tutur Romana.

Selain meluangkan waktu untuk bertegur sapa, Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus telah mewujudkan satu mimpi lain Samuel. Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus berhasil memenangkan laga semifinal sehingga esok keduanya akan berhadapan.

Tiket final milik Samuel akan makin berarti lantaran ada duel sengit antara Ahsan/Hendra lawan Kevin/Marcus di partai puncak. Namun sebelum laga final tiba dan membayangkan keseruan yang ada, setidaknya Sabtu sore sudah jadi momen yang indah untuk Samuel. (ptr/nva)