Harapan tersebut sebagai antisipasi pemadaman listrik secara tiba-tiba dalam dua hari belakangan ini. PLN menjelaskan listrik mati karena ada gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.
Akibatnya, seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa mengalami gangguan (trip). Aliran listrik kemudian padam di wilayah Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Listrik padam di wilayah Jabodetabek sendiri terjadi mulai pukul 11.48 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Marquez 'Si Thanos' Hancurkan MotoGP 2019 |
Tour de Indonesia 2018. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd/18) |
"Masyarakat juga responsif tehadap mati lampu dadakan dan cukup lama. Kalau itu terjadi saat balapan, saya kira itu akan sangat mengganggu balapan dan citra Indonesia kepada dunia," ucap Okto.
"Jadi harus dijaga sama-sama. Walaupun balapan berlangsung pada siang hari, tapi ada layanan streaming yang membutuhkan listrik."
Hubungan arus listrik dengan gelaran Tour de Indonesia cukup vital. Saat ini, Tour de Indonesia termasuk dalam klasifikasi balap 2.1. Okto menyampaikan kesuksesan ajang tersebut dapat membuat Tour de Indonesia naik kelas menjadi 2.HC (hors class).
"Kita lihat dalam pelaksanaan tahun ini. Kalau kami bisa melaksanakan dengan sukses, kami akan berupaya untuk meningkatkan menjadi 2.HC. Tapi kalau tidak, tahun depan kami pertahankan 2.1."
Berikut ini rute balapan Tour de Indonesia 2019:
Stage 1: Borobudur - Ngawi (178 kilometer)
Stage 2: Madiun - Batu (157,7 kilometer)
Stage 3: Batu - Jember (195,9 kilometer)
Stage 4: Jember - Ijen (150 kilometer)
Stage 5: Gilimanuk - Batur Geopark (143,6 kilometer)
Total balapan: 825,2 kilometer (map/bac)
Tour de Indonesia 2018. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd/18)