Ingin Jadi Ketum PSSI, Arif Wicaksono Sulit Jangkau Pemilih

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 00:22 WIB
Ingin Jadi Ketum PSSI, Arif Wicaksono Sulit Jangkau Pemilih Arif Wicaksono maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI. (CNNIndonesia/M Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Promotor sepak bola, Arif Wicaksono, mendeklarasikan keinginannya untuk maju di bursa pemilihan Ketua Umum PSSI mendatang. Meski begitu, ia mengaku masih kesulitan untuk menjangkau para pemilik suara.

Ini jadi kali kedua Arif maju dalam bursa pemilihan calon Ketua Umum PSSI. Pada 2016, langkahnya terjegal persyaratan minimal harus lima tahun punya pengalaman mengurusi sepak bola Indonesia.

"Kali ini persyaratan untuk menjadi kandidat sudah sesuai, ada dua klub yang mendukung sebagai syarat untuk maju jadi kandidat [calon ketua umum PSSI]," kata Arif kepada wartawan, Senin (12/8).


"Saya fokus ke program yang sulit meyakinkan para pemilik suara dan saya sangat minim akses di situ. Itu jadi tantangan terberat saya."

Arif Wicaksono percaya diri dengan program yang ditawarkan.Arif Wicaksono percaya diri dengan program yang ditawarkan. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Salah satu yang dilakukan untuk menembus pemilik suara yakni dengan menawarkan program untuk meningkatkan klub di Indonesia. Tawaran yang dibuat yakni dengan memberikan supervisi klub Eropa mulai dari lisensi klub, manajemen fan serta VAR (Video Assistant Referee) yang sudah disetujui Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) untuk membantu.

Lanjut Arif, ia sudah mendapat dukungan dari 24 klub Eropa yang setuju untuk membantu sepak bola Indonesia. Bahkan, ia menyebut program itu bisa dijalankan dalam waktu dekat.

"Ini program yang bukan akan saya jalankan, tapi sudah saya jalankan sejak 2015. Dan saya percaya program ini akan jauh lebih meningkatkan sepak bola Indonesia apabila dilakukan di bawah panji PSSI," ujarnya.

Jadi Calon Ketum PSSI, Arif Wicaksono Sulit Jangkau Voters
Majunya Arif menambah jumlah calon dalam bursa calon Ketua Umum PSSI 2020-2024 menjadi empat orang. Sebelumnya ada Rahim Soekasah, Muhammad Iriawan, dan Doni Setiabudi, CEO kompetisi sepak bola amatir Bandung Premier League (BPL).

"Bicara kandidat, saya optimistis dengan diri saya. Itu jadi alasan saya tergerak maju saya punya program konkret yang bisa langsung jalan."

"Untuk urusan pemilik suara, saya pikir saya tidak mau masuk ke dalam ritme itu, ketemu pemilik suara dan lainnya. Jujur, saya optimistis dengan pemerintahan baru yang mau buat perubahan. Bukan cuma politiknya, tapi bagaimana memajukan sepak bola Indonesia," terang Arif.

PSSI semula sepakat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk pemilihan ketua pada November 2019. Namun, FIFA menolak dan menyarankan KLB PSSI disenggarakan pada Januari 2020. (TTF/jun)