Hadapi Chelsea, Liverpool Bisa Contoh Taktik MU

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 22:20 WIB
Hadapi Chelsea, Liverpool Bisa Contoh Taktik MU Liverpool bisa menambah derita Chelsea di Piala Super Eropa. (AP Photo/Dave Thompson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liverpool akan menghadapi Chelsea pada ajang Piala Super Eropa di Vodafone Park, Istanbul, Rabu (14/8) malam waktu setempat.

Tahun ini adalah edisi ke-44 dari Piala Super Eropa. Ajang tahunan yang diselenggarakan UEFA tersebut mempertemukan juara Liga Champions dan Liga Europa musim lalu yakni Liverpool dan Chelsea.

Tiga hari jelang laga ini, Chelsea menelan kekalahan pahit dari Manchester United (MU) dengan skor 0-4 dalam laga perdana di Liga Primer Inggris, Minggu (11/8). Kekalahan tersebut dapat menjadi bahan bagi Liverpool untuk mencari kelemahan The Blues.


Sedikitnya ada beberapa kelemahan Chelsea yang bisa dimanfaatkan Liverpool, bila merujuk dari laga The Blues melawan MU.

Chelsea memulai kiprah di Liga Inggris dengan kekalahan telak dari Manchester United. (Dave Thompson/AP)
Pertama, mayoritas kesuksesan MU atas Chelsea sebagian besar berasal dari serangan balik. Sepanjang permainan, kecepatan Anthony Martial, Marcus Rashford, dan Daniel James, menjadi ancaman yang nyata bagi pertahanan The Blues.

Liverpool pun memiliki sejumlah pemain yang tak kalah cepat seperti Mohamed Salah dan Sadio Mane. Bermain dengan mengandalkan serangan balik bisa jadi pilihan The Reds terutama bila mereka bisa tampil seefektif MU.

Selain itu, Liverpool bisa memanfaatkan kesempatan untuk mencetak banyak gol bila Chelsea kembali memainkan dua bek mereka yakni Kurt Zouma dan Cesar Azpilicueta. Kedua pemain itu tampil buruk dalam laga lawan MU.

Zouma melakukan pelanggaran tidak perlu di kotak penalti sehingga Rashford mencetak gol pembuka pada menit ke-18. Sedangkan Azpilicueta dikritik karena lambat dalam bertahan.

Ini adalah pertemuan perdana antara Liverpool dan Chelsea dalam sejarah Piala Super Eropa. Selain itu, pertandingan ini juga menjadi yang pertama bagi kedua tim di pentas Eropa sejak April 2009. (map/jal)