Manajer Persib Dihukum Tiga Pertandingan

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 17:30 WIB
Manajer Persib Dihukum Tiga Pertandingan Umuh Muchtar dilarang mendampingi tim sebanyak tiga pertandingan di Liga 1 2019. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, disanksi larangan tampil mendampingi tim sebanyak tiga pertandingan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Dari rilis yang dikeluarkan PSSI pada Jumat (16/8), Komdis PSSI menghukum Umuh karena mengucapkan kata-kata yang tidak patut di media terkait hasil akhir pertandingan yang dilakoni Persib.
 
Dalam putusan Komdis PSSI tertulis tanggal kejadian pada 2 Agustus atau hanya beberapa hari setelah laga kontra Arema FC pada laga tunda pekan keempat Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, 30 Juli lalu.

"Hukuman larangan masuk stadion sebanyak tiga pertandingan. Hukuman sebelumnya yang diterima Umuh Muchtar berupa hukuman percobaan masih tetap berlaku," tulis Komdis PSSI dalam putusannya.


Manajer Persib Dihukum Tiga PertandinganUmuh Muchtar dijatuhi sanksi percobaan selama tiga bulan Komisi Disiplin PSSI. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
Di laga kontra Arema, Persib kalah dengan skor mencolok 1-5. Seusai laga, kepada awak media Umuh menyatakan seharusnya laga tim Maung Bandung kontra Arema tidak digelar karena adanya ancaman dari suporter tuan rumah.

Sebelum laga kedua tim, oknum suporter Arema melempari bus Persib dengan petasan dan kembang api. Bukan itu saja, gangguan juga diberikan oknum suporter Arema di hotel tempat Persib menginap. Hal itulah yang dikeluhkan oleh Umuh.

Sanksi ini adalah yang kedua diterima Umuh di Liga 1 2019. Pria 71 tahun itu dapat hukuman percobaan saat Persib 0-2 dari Bali United FC saat bermain di kandang sendiri, 26 Juli lalu.

Manajer Persib Dihukum Tiga Pertandingan
Saat itu, Umuh diputuskan bersalah oleh Komdis PSSI karena berkata tidak patut pada wasit Dwi Purba Adi Wicaksana setelah pertandingan.

Dalam putusannya, Umuh mendapatkan hukuman percobaan larangan masuk stadion selama tiga bulan sampai akhir putaran pertama Liga 1 2019.

Sementara itu, Komdis PSSI mengeluarkan 28 putusan dari sidang yang berlangsung 14 Agustus lalu. Tujuh di antaranya ditujukan ke klub peserta Liga 1 2019.

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Rabu, 14 Agustus 2019

1. Persela Lamongan
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Persela Lamongan vs Borneo FC
- Tanggal kejadian: 29 Juli 2019
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol ke dalam lapangan dan masuk ke dalam lapangan
- Hukuman: Denda Rp. 100.000.000

2. Panitia pelaksana pertandingan Persela Lamongan
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Persela Lamongan vs Borneo FC
- Tanggal kejadian: 29 Juli 2019
- Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman
- Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

3. Arema FC
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung
- Tanggal kejadian: 30 Juli 2019
- Jenis pelanggaran: Penyalaan flare
- Hukuman: Denda Rp. 75.000.000

4. Madura United FC
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Madura United FC vs PSS Sleman
- Tanggal kejadian: 31 Juli 2019
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol ke dalam lapangan
- Hukuman: Denda Rp. 30.000.000

5. Persebaya Surabaya
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persipura Jayapura
- Tanggal kejadian: 2 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: 5 Kartu Kuninng dalam satu pertandingan
- Hukuman: Denda Rp. 50.000.000

6. Persebaya Surabaya
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persipura Jayapura
- Tanggal kejadian: 2 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol ke bench pemain lawan
- Hukuman: Denda Rp. 75.000.000

7. Manager Persib Bandung Sdr. Umuh Muchtar
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Tanggal kejadian: 2 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Mengucapkan kata-kata yang tidak patut di media terkait hasil akhir
kompetisi Shopee Liga 1 tahun 2019
- Hukuman: Larangan masuk stadion sebanyak 3 kali pertandingan
(Catatan : hukuman sebelumnya yang diterima oleh Sdr. Umuh Muchtar berupa hukuman
percobaan masih tetap berlaku) (jal/har)