Mengingat Usain Bolt, Si Manusia Tercepat

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 07:06 WIB
Mengingat Usain Bolt, Si Manusia Tercepat Usain Bolt genap berusia 33 tahun pada Rabu (21/8). (Cris BOURONCLE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan peraih medali emas Olimpiade asal Jamaika, Usain Bolt, berulang tahun yang ke-33 tepat pada hari ini, Rabu (21/8). Pada 33 tahun silam Bolt lahir di Sherwoon Konten, sebuah kota kecil di Trelawny, di barat laut Jamaika.

Orang tuanya, Wellesley dan Jennifer Bolt merupakan pemilik toko bahan makanan di sebuah kawasan pedesaan. Dalam keluarga kecil itu Bolt memiliki adik laki-laki dan perempuan, Sadiki serta Sherine.

Bolt merupakan talenta luar biasa di lintasan lari yang muncul secara tidak sengaja. Karena semasa kecil Bolt banyak menghabiskan waktu untuk bermain kriket dan sepak bola.


Ia merupakan penggemar berat raksasa Liga Inggris Manchester United. Bahkan ia sempat menjalani beberapa kali tes di klub sepak bola profesional usai pensiun sebagai pelari. Mulai dari tes di klub Liga Australia Central Coast Mariners hingga bersama klub Bundesliga Borussia Dortmund.

"Lintasan dan lapangan sangat besar ketika saya. Di sini itu sangat penting. Dan kebanyakan pria Trelawny cepat. Kami berasal dari Trelawny, cukup banyak dari kamu yang berlari dengan cepat," ucap Bolt dilansir The Guardian.

"Anda harus fokus dan memilih. Maka Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Jadi semuanya tergantung pada kerja keras dan dedikasi," Bolt menambahkan.

Usain Bolt merupakan penggemar sepak bola dan pernah trial di beberapa klub.Usain Bolt merupakan penggemar sepak bola dan pernah trial di beberapa klub. (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Dikutip dari Guiness World Records, bakat berlari Bolt mulai terlihat saat duduk di bangku Sekolah Dasar Waldensia, ketika mengikuti turnamen tahunan di kalangan jemaat gereja.

Di usianya yang ke-12, Bolt menjadi pelari tercepat di sekolanya di nomor 100 meter. Meski demikian, Bolt tetap menekuni beberapa cabang lain, namun pelatih kriketnya menyarankan untuk tampil di cabang atletik.

Karier Bolt di atletik dimulai pada 2001, ketika meraih medali perak di nomor 200 meter dalam perlombaan tahunan di tingkat SMP, dengan catatan waktu 22,04 detik.

Tiga tahun berselang Bolt memasuki karier profesionalnya di atletik di bawah arahan pelatih Fitz Coleman. Ketika itu Bolt fokus di nomor 200 meter dan menjadi sprinter junior pertama yang bisa mencatatkan waktu di bawah 20 detik, 19,93. Sekaligus mematahkan rekor dunia kelas junior.

Tahun 2005 Bolt berganti pelatih, dari Coleman kepada Glen Mills. Di saat itu juga Bolt ingin menjajal nomor 100 meter, tapi Mills yakin Bolt lebih cocok di jarak menengah.

Mengingat Usain Bolt, Si Manusia Tercepat [PEMBUKA tahan]
Bolt akhirnya sukses mematahkan keraguan pelatihnya. Ia tampil di nomor 100 meter di ajang Vardinoyiannia ke-23 di Rethymno, Crete, Yunani, di usia 18 tahun. Dalam debutnya di nomor 100 meter, Bolt meraih medali emas dengan catatan waktu 10,03 detik.

Performa apik di Yunani menjadi awal dalam kesuksesan karier Bolt. Pada empat ajang berikutnya, atau turnamen resmi kelimanya, Bolt mencatatkan waktu 9,72 detik di nomor 100 meter di Reebok Grand Priz di New York, 31 Mei 2008.

Beberapa bulan berikutnya, Bolt mematahkan rekornya sendiri yang dicatatkan di New York itu saat meraih medali emas di nomor 100 meter di Olimpiade 2008 di Beijing dengan catatan waktu 9,69 detik.
[Gambas:Video CNN]
Selain di 100 meter, Bolt juga meraih emas di nomor 200 meter dan estafet 4x100 meter. Di nomor estafet itu juga Bolt memecahkan rekor dunia dengan 37,10 detik. Namun gelar itu harus didiskualifikasi lantaran salah satu rekan Bolt tersangkut doping.

Dalam kariernya Bolt sukses mengoleksi delapan medali emas Olimpiade dan 11 emas di Kejuaraan Dunia yang seluruhnya didapat dari tiga nomor. Torehan gemilang itu juga yang membuat Bolt kerap dijuluki 'Si Manusia Tercepat di Dunia, Sejagat, atau sejenisnya'.

Selain emas, Bolt juga mematahkan beberapa rekor dunia dan Olimpiade. Rekornya di Olimpiade 2008 dipatahkan saat Kejuaraan Dunia 2009 di Berlin, Jerman. Di nomor 100 meter, Bolt mencatatkan waktu 9,58 detik.

Di ajang Kejuaraan Dunia 2008 itu juga Bolt menciptakan rekor baru dengan catatan 19,19 detik di nomor 200 meter. Melewati catatan yang dibuatnya di olimpiade 2008, 19,30 detik.

Tidak ketinggalan, di nomor estafet Bolt juga memiliki catatan waktu terbaik dengan 36,84 detik di Olimpiade 2012 di London.

Usain Bolt gagal menutup kariernya dengan manis karena cedera.Usain Bolt gagal menutup kariernya dengan manis karena cedera. (REUTERS/Lucy Nicholson)
Setelah semua catatan manis di lintasan lari diraih, Bolt memilih pensiun pada Agustus 2017 usai mengikuti Kejuaraan Dunia di London.

Tetapi, Bolt gagal menutup kariernya dengan manis setelah hanya meraih medali perunggu di nomor 100 meter. Di dua nomor andalan lainnya (200 meter dan estafet 4x100 meter), Bolt tidak tampil serta gagal finis karena cedera hamstring.

"Saya mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar, dan saya juga mengucapkan selamat tinggal pada nomor-nomor [lomba] saya," kata Bolt dikutip dari situs IAAF.

"Saya mengucapkan selamat tinggal pada semuanya. Saya pikir, saya hampir menangis. Hampir menangis, tapi tidak jadi," Bolt melanjutkan.

Selamat ulang tahun Si Manusia Tercepat di muka bumi! (sry)