Erick Thohir Berharap Ada Mediasi PB Djarum dengan KPAI

CNN Indonesia | Minggu, 08/09/2019 21:52 WIB
Erick Thohir Berharap Ada Mediasi PB Djarum dengan KPAI Erick Thohir berharap ada mediasi antara KPAI dan PB Djarum. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir bersedia memediasi pertemuan PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Erick memahami KPAI berniat memberikan perlindungan kepada anak. Namun di sisi lain, olahraga Indonesia saat ini masih sangat bergantung dari peran dunia usaha, dalam upaya membantu pembibitan atlet maupun prestasi olahraga Indonesia.

"Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian memanggil kedua pihak untuk duduk bersama. Karena sebenarnya, baik PB Djarum maupun KPAI memiliki tujuan yang sama ingin membangun negara kita tercinta ini."


"KPAI dan PB Djarum dua lembaga yang sama-sama dibutuhkan untuk bangsa Indonesia. Oleh sebab itu Saya ingin kedua pihak duduk bersama sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk bangsa kita khususnya dunia olahraga," ujar Erick lewat keterangan pers, Minggu (8/9).

PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pada 2020 mendatang.PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pada 2020 mendatang. ( CNN Indonesia/Surya Sumirat)

Anggota Dewan Olimpiade Dunia ini menambahkan, saat ini bulutangkis jadi satu-satunya cabang olahraga yang mampu menyumbang medali emas bagi Indonesia di kancah Olimpiade. Oleh sebab itu perlu dukungan dari semua pihak.

"Saya ingin kita semua tidak terjebak dalam pemikiran yang berbeda tanpa adanya solusi untuk membangun bangsa Indonesia," ujar Erick.
Erick Thohir Ingin Mediasi PB Djarum dan KPAI

Sebelumnya, KPAI menilai PB Djarum telah melakukan eksploitasi anak lewat program audisi umum di berbagai. Merek dagang (Djarum) yang dijadikan nama event dan digunakan di kaus peserta dianggap menyalahi aturan.

PB Djarum direkomendasikan mengganti nama program lain dan tidak mencantumkan merek dagang dalam kegiatan. Namun, PB Djarum menolak dan memilih untuk memberhentikan audisi umum di tahun 2020. (jun/ptr)