Indonesia Kalah, Petisi #SimonOut Menuju 50 Ribu Tanda Tangan
CNN Indonesia
Rabu, 11 Sep 2019 11:27 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Petisi #SimonOut semakin melibatkan banyak kalangan hingga menuju 50 ribu tanda tangan. Gerakan ini muncul menyusul dua hasil negatif yang diraih Timnas Indonesia arahan Simon McMenemy.
PSSI resmi menunjuk Simon sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak Desember 2018. Pelatih asal Skotlandia itu menggantikan posisi Luis Milla yang diberhentikan jelang Piala AFF 2018 bergulir.
Perjalanan Simon sebagai juru taktik Garuda mengalami jalan terjal setelah menelan dua kekalahan beruntun pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.
Pertama, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan menuai kekalahan 2-3 dari Malaysia. Kemudian Indonesia memetik kekalahan lebih menyakitkan usai ditaklukkan 0-3 dari Thailand.
Dua hasil negatif tersebut terjadi pada laga kandang yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Hal ini memicu kekecewaan dari kalangan pencinta sepak bola Indonesia.
"Kekalahan memalukan dari Malaysia dan Thailand di kandang sendiri, membuat kami suporter Timnas Indonesia ingin Simon McMenemy mundur dari kursi pelatih Timnas Indonesia," demikian bunyi petisi yang dibuat Pasukan Garuda Revolution melalui Change.org.
Sehari sebelumnya, tagar #SimonOut juga menggema di GBK usai Indonesia kalah telak 0-3 dari Thailand. Kini, petisi pemecatan Simon dari kursi pelatih menggema dan mencapai 45.352 hingga pukul 11.25 WIB.
Dua kekalahan di kandang memang memperkecil peluang Indonesia lolos Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Selanjutnya, Indonesia akan melawat ke markas Uni Emirat Arab pada 10 Oktober 2019. (jun/jal)
PSSI resmi menunjuk Simon sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak Desember 2018. Pelatih asal Skotlandia itu menggantikan posisi Luis Milla yang diberhentikan jelang Piala AFF 2018 bergulir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timnas Indonesia alami dua kekalahan beruntun di kandang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Timnas Indonesia alami dua kekalahan beruntun di kandang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)