Polemik tersebut muncul setelah KPAI menuding ajang audisi beasiswa yang digelar PB Djarum memiliki unsur eksploitasi anak. KPAI juga meminta PB Djarum menghilangkan merek Djarum dalam kegiatan audisinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau enggak mau ini juga berpengaruh pada atlet, terutama atlet-atlet yang berasal dari PB Djarum. Karena mereka sempat salah presepsi, dikiranya nama Djarum harus hilang, mereka semua keberatan," ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto usai mediasi.
PBSI berharap PB Djarum tetap melakukan perekrutan atlet badminton potensial. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
[Gambas:Video CNN]
Dalam kesempatan tersebut Budiharto juga mengingatkan, bahwa PBSI terikat dengan regulasi Federasi Badminton Dunia (BWF) yang tidak mengizinkan rokok dalam bisnis olahraga tersebut. Namun BWF menerima mereka Djarum Foundation.
"Artinya di level internasional bisa [diterima]. Kenapa kami harus patuh dan taat, kalau tidak kami dihukum, baik atlet maupun kegiatannya," tutur Budiharto.
"Memang orang datang ke audisi karena nama PB Djarum, karena reputasi PB Djarum dan eksistensinya," kata Budi.
PBSI berharap PB Djarum tetap melakukan perekrutan atlet badminton potensial. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)