Bintang NBA Klaim Hampir Diculik di Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 13:34 WIB
Bintang NBA Klaim Hampir Diculik di Indonesia Enes Kanter mengaku pernah hampir diculik di Indonesia. (Mike Stobe/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bintang Liga Basket Amerika Serikat (NBA), Enes Kanter, mengklaim pernah nyaris diculik di Indonesia.

Kanter dikenal sebagai salah satu atlet asal Turki yang amat kritis terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dia termasuk sejumlah orang asal Turki lainnya menilai Erdogan sebagai salah satu pemimpin otoriter di negara tersebut. Erdogan dituding banyak memberangus kebebasan berpendapat di Turki.


Erdogan juga disebut-sebut banyak melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia dengan menangkap sejumlah orang yang pernah mengkritiknya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut Enes Kanter sebagai pemimpin otoriter. (Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut Enes Kanter sebagai pemimpin otoriter. (Presidential Press Service via AP, Pool)
Dalam Twitter-nya, Kanter bahkan mengklaim bahwa dia hampir diculik saat menyambangi Indonesia. Dia juga mengunggah video wawancara eksklusif dalam Twitternya, salah satu pengakuan nyaris diculik di Indonesia.

Saat itu Kanter datang ke Indonesia dalam rangka acara amal. Dia mengaku sempat telantar karena paspornya telah dicabut pemerintah Turki.

[Gambas:Video CNN]
"Pria yang melakukan itu [mencabut paspor Kanter], Anda tahu, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki. Dia pernah menyerang orang-orang di Washington DC."

"Dia adalah manusia buruk. Dia adalah diktator dan [Adolf] Hitler abad ini," demikian ujar Kanter dalam video yang memberitahukan bahwa dia sempat ditahan di Rumania karena masalah paspor.

Bintang NBA Klaim Hampir Diculik di Indonesia
Dia juga berkicau terkait kemalangan dirinya akibat menjadi incaran kemarahan dari pemerintah Turki. Cuitan itu ditengarai merespons kicauan LeBron James di akun Twitternya terkait demonstrasi di Hong Kong. Tweet James sendiri kemudian dihapus.

"Belum pernah bertemu keluarga saya selama lima tahun. Memenjarakan ayah saya. Saudara saya tak bisa mencari pekerjaan. Mencabut paspor saya. Perintah penahanan internasional."

"Keluarga saya tidak boleh meninggalkan Turki. Dapat ancaman bakal dibunuh setiap hari. Pernah diserang dan dihina. Pernah mencoba menculik saya di Indonesia. Kebebasan tidak didapat dengan cuma-cuma," demikian kicau Kanter dalam Twitternya.

Kanter juga pernah membuat pengakuan kerap mendapat ancaman dan hinaan dari para simpatisan Erdogan di Boston. Cerita itu dia tuliskan dalam Boston Globe.

(bac/har)