Berbatov: Suporter Bulgaria Buat Malu Saat Lawan Inggris

CNN Indonesia | Sabtu, 19/10/2019 02:01 WIB
Berbatov: Suporter Bulgaria Buat Malu Saat Lawan Inggris DImitar Berbatov mengaku ikut malu atas tingkah suporter Bulgaria( NIKOLAY DOYCHINOV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda timnas Bulgaria, Dimitar Berbatov mengaku ikut malu dengan perilaku suporter negara tersebut ketika menjamu Inggris.

Timnas Inggris meraih kemenangan 6-0 atas Bulgaria dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020 di Sofia, Senin (14/10). Namun cerita utama dari laga itu adalah perilaku rasial yang dilakukan oleh suporter tuan rumah.

Teriakan menyerupai monyet dan salam Nazi jadi aksi-aksi yang dilakukan oleh pendukung tuan rumah.


Berbatov yang mencetak 48 gol dalam 78 laga bersama Bulgaria ikut mendukung penuh penuntasan kasus tersebut. Sejauh ini sudah ada enam orang yang ditahan.
Berbatov: Suporter Bulgaria Buat Malu Saat Lawan InggrisTimnas Inggris mendapat serangan rasial ketika bermain di markas Bulgaria. (Photo by NIKOLAY DOYCHINOV / AFP)
"Di setiap negara, selalu ada orang-orang berperilaku buruk, inilah yang terjadi dalam kasus melawan Inggris di kandang kami."

"Ada orang-orang yang datang ke stadion hanya untuk melakukan provokasi. Orang-orang seperti ini tidak layak untuk datang dan menonton sepak bola," ucap Berbatov seperti dikutip dari Standard.
[Gambas:Video CNN]
Berbatov berharap pihak-pihak berwenang di Bulgaria mengambil tindakan tegas sehingga nama baik Bulgaria bisa diselamatkan.

"Saya harap pemerintah kami di Bulgaria melakukan tugasnya dengan baik dan menghukum mereka seumur hidup [untuk tidak datang ke stadion]. Mereka tak layak berada di sana dan mereka membuat kita semua merasa malu," ujar Berbatov yang pernah jadi bomber Tottenham Hotspur, Manchester United, dan Fulham di Liga Inggris ini.

Berbatov: Suporter Bulgaria Buat Malu Saat Lawan Inggris

"Karena tingkah mereka, kita semua kini hanya membicarakan insiden rasial tersebut dan bukan lagi membicarakan sepak bola. Sepak bola justru kini jadi hal kedua dan hal seperti itu seharusnya tidak terjadi," kata Berbatov menambahkan.

Presiden Federasi Sepakbola Bulgaria Borislav Mihaylov sudah mengundurkan diri akibat insiden ini. Inggris juga mendesak UEFA untuk mengusut kasus ini dan memberikan sanksi berat. (ptr/ptr)