Fakta Menarik Usai Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 12:35 WIB
Fakta Menarik Usai Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Indonesia resmi jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. (HECTOR RETAMAL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah fakta menarik mengiringi langkah Indonesia setelah resmi terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

FIFA, memilih Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 dalam pengumuman yang berlangsung di Shanghai, China, Kamis (24/10). Indonesia berhasil menyisihkan dua negara Amerika Selatan, Peru dan Brasil.

Untuk tuan rumah Piala Dunia U20, Indonesia menyiapkan sepuluh stadion, yakni Gelora Bung Karno (Jakarta), Pakansari (Bogor), Manahan (Solo), I Wayan Dipta (Bali), Mandala Krida (Yogyakarta), Jakabaring (Palembang), Wibawa Mukti (Cikarang), Patriot (Bekasi), Jalak Harupat (Bandung) dan Gelora Bung Tomo (Surabaya).


Turnamen ini akan melibatkan 20 negara peserta dan akan digelar pada 20 Mei hingga 11 Juni 2021.

Berikut fakta menarik usai Indonesia terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia U-20:

[Gambas:Video CNN]
1. Ini adalah kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah turnamen resmi FIFA. Sebelumnya, turnamen besar yang pernah digelar Indonesia adalah Piala Asia 2007 bersama Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

2. Indonesia berhasil menyisihkan Peru setelah sebelumnya Brasil, Myanmar-Thailand, Bahrain-Arab Saudi-Uni Emirat Arab, mundur dari persaingan.

Fakta Menarik Usai Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
3. Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia mendapat jatah satu tempat pada turnamen mendatang. Indonesia pun bakal tampil di Piala Dunia U-20 untuk kali kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya pernah ambil bagian pada 1979 di Jepang.

4. Diego Maradona dua kali mencetak dua gol saat Argentina mengalahkan Indonesia menang 5-0 di Piala Dunia U-20 1979. Selain kalah dari Argentina, Indonesia juga kalah dari Polandia dan Yugoslavia.

5. Indonesia menjadi negara Asia ketujuh yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Nusantara mengikuti jejak Jepang (1979), Arab Saudi (1989), Qatar (1995), Malaysia (1997), Uni Emirat Arab (2003), dan Korea Selatan (2017).