Menpora: Masyarakat Rajin Olahraga Bisa Kurangi Defisit BPJS

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 16:52 WIB
Menpora: Masyarakat Rajin Olahraga Bisa Kurangi Defisit BPJS Zainudin Amali yakin jika masyarakat rajin olahraga bisa mengurangi defisit BPJS Kesehatan. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (MenporaZainudin Amali mengatakan jika masyarakat rajin olahraga maka akan membantu pemerintah mengurangi defisit BPJS Kesehatan.

Hal itu ia sampaikan Zainudin saat melaporkan visi kerja kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir, Kamis (31/10). Zainudin mengatakan salah satu fokus Kemenpora di bawah pimpinannya adalah memasyarakatkan olahraga. Tujuannya, kata dia, agar masyarakat bisa sehat.

"Saya kira kalau ini [olahraga] kita masyarakatkan, kita membawa kegiatan positif, masyarakat akan menjadi lebih baik. Pemerintah bisa menutup utang, utang BPJS semakin berkurang kalau masyarakatnya sehat," kata Zainudin dalam Rapat Koordinasi Kemenko PMK.


Seperti diketahui BPJS Kesehatan jadi perhatian pemerintah setelah serangkaian defisit. Kondisi itu menjadi alasan Presiden Joko Widodo menaikkan iuran BPJS lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Menpora: Masyarakat Rajin Olahraga Bisa Kurangi Defisit BPJS
Zainudin berujar defisit BPJS meningkat karena banyak masyarakat yang sakit. Ia menilai belakangan ini orang Indonesia sakit karena malas berolahraga.

"Karena masyarakat kita makin hari makin malas berolahraga. Nah ini akan banyak kerja sama dengan kementerian yang lainnya," ucap Zainudin.

[Gambas:Video CNN]
Selain memasyarakatkan olahraga, Zainudin juga akan menjalankan program penyederhanaan aturan kerja sama dengan kementerian lain. Zainudin juga akan berfokus menangani ancaman bagi gerakan kepemudaan.

"Yang kami kedepankan dalam waktu dekat adalah pencegahan bahaya destruktif di kalangan anak muda dan perilaku yang berisiko, anarkisme, narkoba dan hal-hal yang destruktif dan negatif lainnya," ujar Zainudin. (dhf/har)