Sebanyak 10 calon ketua umum akan bersaing untuk menduduki kursi nomor satu. Mulai dari Yesayas Oktavianus, Benny Erwin, Sarman El Hakim, Afen Hinelo, Arif Putra Wicaksono, Bernhard Limbong, Vijaya Fitriyasa, Mochamad Iriawan, Fary Djemy Francis, dan Rahim Soekasah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KLB PSSI akan berlangsung untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
"Siapapun ketuanya, siapapun pengurusnya yang penting sepak bola kita ini bersih, lepas dari cengkraman mafia. Karena timnas yang baik lahir dari kompetisi yang sehat. Kompetisi yang sehat bisa lahir dari federasi yang bersih dan lepas dari mafia," jelas Memet.
[Gambas:Video CNN]
Memet juga menitipkan pesan kepada 86 voters untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Dinamika yang terjadi saat ini menuntut voters untuk pintar dengan tidak memilih calon ketua yang menebar-nebar uang atau money politic.
Pesan tersebut disampaikan Memet karena pesimistis melihat kondisi yang terjadi jelang KLB PSSI, Sabtu (2/11). Terlebih ketika masyarakat tidak bisa mengetahui visi-misi yang diusung dari masing-masing kandidat ketua PSSI usai debat terbuka dibatalkan.
Di sisi lain, Sekretaris Umum Pengurus Pusat The Jakmania, Diky Soemarmo mengatakan KLB PSSI diharapkan bisa membuat terjadinya pembaharuan dalam tubuh federasi. Pembaharuan yang dimaksud juga terkait program-program yang dinilai saat ini masih sama dan belum ada terobosan untuk mengangkat mutu kompetisi dan prestasi Timnas Indonesia.
"Kita maunya ada pembaharuan. Entah itu energi baru atau program baru karena program yang berjalan masih gitu-gitu saja. Sepak bola kita sampai saat ini tidak kemana-mana. Kami ingin ada yang muda-muda di sana [PSSI]. Kami mau PSSI punya cara untuk membenarkan sepak bola kita ini. Lapangan, pemain, wasit, kompetisi yang semua muaranya ke prestasi timnas." (ttf/jal)
KLB PSSI akan berlangsung untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)