Calon Ketua PSSI, Benny Erwin mencurigai sudah bisa membaca pengaturan dari pihak-pihak tertentu untuk menjadikan Iwan Bule sebagai Ketua PSSI empat tahun ke depan. Terlebih, ketika protes yang dilakukannya bersama lima calon Ketua PSSI lainnya berujung pada pengusiran dari arena KLB Pemilihan 2019.
Lihat juga:Iwan Bule, Jenderal Polisi Jadi Ketua PSSI |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny Erwin curiga KLB PSSI sudah diatur untuk memenangkan salah satu calon. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) |
Lihat juga:Titah Jokowi dan PR Besar Iwan Bule di PSSI |
"Voters kan tergantung arah angin. [Kongres tandingan] bisa dimungkinkan kalau ada surat dari voters yang meminta untuk itu, bisa saja nanti. Kita lihat nanti perkembangannya, jangan buru-buru, nanti keenakan voters," sebutnya.
[Gambas:Video CNN]
Vijaya mengatakan bakal lebih dulu mendata siapa saja calon ketua umum yang mundur dari kontes pemilihan PSSI. Setelah KLB rampung, Vijaya dan lima calon Ketua PSSI lainya akan mengambil sikap sebagai langkan lanjutan.
"[Kongres tandingan] Lihat nanti bagaimana perkembangannya," sebutnya.
Di sisi lain, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar yang didelegasikan untuk hadir di KLB Pemilihan PSSI 2019 menyebut belum mendengar soal rencana kongres tandingan yang berpotensi digelar. Umuh menyebut hal itu bukan jadi urusannya.
"Saya tidak dengar mau ada kongres tandingan. Ini sudah resmi. Kalau ada gejala, itu hak voter. Lebih baik cucuknya [sumber masalahnya] yang dibuang. Capek-capek kongres, itu bukan urusan saya. Biarkan saja yang lain kalau mau itu [kongres tandingan]. Kalau saya tidak, tenang saja lah," ujar Umuh.
"Sudahlah tidak usah pakai tandingan-tandingan. Karena yang menjadi problematika di olahraga Indonesia itu adanya dualisme kepengurusan."
"Apalagi dualisme itu akan menggerus dan membelah suara para voter. Sudahlah sekarang konsentrasi ke sepak bolanya, apalagi juga presiden punya fokus yang tinggi terhadap sepak bola," jelas Gatot. (ttf/bac/jal)
Benny Erwin curiga KLB PSSI sudah diatur untuk memenangkan salah satu calon. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)