Sidak Stadion GBT, Menpora Tak Bisa Masuk dan Cium Bau Sampah

CNN Indonesia | Minggu, 03/11/2019 18:17 WIB
Sidak Stadion GBT, Menpora Tak Bisa Masuk dan Cium Bau Sampah Menpora Zainudin Amali tidak bisa meninjau Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, batal mengecek kondisi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (3/11). Hal ini lantaran pintu stadion dalam kondisi terkunci.

Zainudin yang tiba pukul 15.00 WIB tertahan di luar stadion. Ia pun urung meninjau kondisi satu dari sembilan stadion calon venue Piala Dunia U-20 tahun 2021.

"Kan dikunci, saya nggak bisa terbang. Padahal kita datang untuk melihat kalau ada yang masih bisa kita bantu perbaiki. Tapi ini kita mau lihat saja tertutup begini. Bagaimana, kita mau bantu apa," ujarnya.


Zainudin mengaku tak tahu apa yang menyebabkan dirinya tak bisa masuk stadion GBT. Padahal, pria berusia 57 itu sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur.

Sidak Stadion GBT, Menpora Tak Bisa Masuk dan Cium Bau SampahMenpora RI Zainudin Amali. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Kendati batal masuk ke stadion, Zainudin mengaku tak masalah karena masih bisa melihat kondisi di sekeliling calon venue Piala Dunia U-20 2021 yang ramai dipermasalahkan belakang ini.

"Baunya masih oke, ya masih tercium [bau sampah], belum hilang," kata Zainudin, saat menjawab pertanyaan awak media terkait bau sampah yang tercium di stadion GBT.
[Gambas:Video CNN]
"Saya sih sebenarnya sudah tahu. Saya kan dari sini, sudah hafal," ia menambahkan.

Kendati demikian, Menpora mengatakan bau tak sedap di stadion GBT harus segera bisa diselesaikan. Apalagi Pemerintah Kota Surabaya sudah menyanggupi akan menangani masalah ini.
Sidak Stadion GBT, Menpora Tak Bisa Masuk dan Cium Bau Sampah
Selain itu, Zainudin memperhatikan akses jalan menuju stadion yang disebutnya juga harus dibenahi. "Makanya kita harus duduk, tanpa cari siapa yang salah. Mencari supaya bagaimana jalan keluar dan persyaratan yang ditetapkan oleh FIFA itu bisa kita penuhi," ujar dia.

Zainudin berharap Surabaya tetap bisa menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun 2021. Pasalnya banyak keuntungan yang akan didapat masyarakat sekitar mulai dari perekonomian hingga sisi hiburan.

"Masa saya sebagai orang sini [Jatim] ndak berharap, rek. Kita berharap Jatim dan Bali jadi tempat Piala Dunia, tapi juga harus didukung dengan sarana dan prasarana lain," ucapnya. (frd/jal)