Kekalahan paling anyar diderita Man City saat takluk 1-3 dari Liverpool di Stadion Anfield, akhir pekan lalu. Dominan menguasai bola, The Citizens tidak cukup tajam soal penyelesaian akhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manchester City berselisih sembilan poin dari puncak klasemen yang ditempati Manchester City. (AP Photo/Jon Super) |
Di musim tersebut, Man City mengakhiri musim dengan empat kali kalah. Pasukan Guardiola musim ini hanya berjarak satu kekalahan dari musim lalu dengan Liga Inggris yang masih berjalan hingga Mei 2020.
Seusai kekalahan dari Liverpool, media-media di Inggris ramai memberitakan rencana transfer klub milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyam. Bahkan Daily Mail melansir bahwa manajemen menyiapkan dana 100 juta Poundsterling agar Guardiola bisa belanja pemain baru.
Dana yang tergolong kecil itu bakal digunakan untuk mencari suksesor Vincent Kompany, pengganti David Silva yang akan pergi akhir musim nanti, dan penerus Sergio Aguero yang kian menua.
Problem terbesar Man City sebenarnya ada di lini belakang. Bek termahal Man City, Aymeric Laporte absen hingga awal tahun depan karena cedera lutut parah.
Guardiola menelan kekalahan ketiga bersama Man City di Liga Inggris musim ini. (AP Photo/Jon Super) |
Pilihan makin minim karena Oleksandr Zinchenko harus menepi karena cedera. Oleh karena itu, opsi paling rasional adalah menurunkan Angelino yang sebenarnya jadi pilihan kesekian di sektor tersebut.
Jika menengok ke belakang, inkonsistensi Man City musim ini masuk akal, terutama mengacu pada rekam jejak Guardiola di musim terakhirnya bersama Barcelona.
Sepanjang karier sebagai manajer, Guardiola baru menukangi empat tim yaitu Barcelona B, Barcelona, Bayern Munchen, dan Man City. Dari empat tersebut, hanya Barcelona B dan Munchen yang tidak dilatih pria asal Spanyol sampai musim keempat.
[Gambas:Video CNN]
Guardiola jadi pelatih Barcelona dari 2008 sampai 2012. Total 14 gelar diberikan manajer berusia 48 tahun untuk tim Catalonia.
Tiga musim pertama di Barcelona, Guardiola mencatat sukses besar. Tiga gelar Liga Spanyol dan dua gelar Liga Champions berhasil diberikan untuk Blaugrana.
Namun, tangan dingin Guardiola seperti tak lagi bertuah memasuki musim keempat. Di Liga Spanyol, Barcelona hanya finis kedua karena kalah bersaing dengan rival abadi, Real Madrid.
Di Liga Champions musim yang sama, langkah Barcelona terhenti di babak semifinal. Praktis satu-satunya trofi yang bisa diraih Guardiola pada musim terakhirnya bersama Barcelona hanya gelar Piala Raja.
Mengacu salah satu bagian dari buku yang ditulis oleh Marti Perarnau berjudul 'Pep Confindetial'' terungkap alasan Guardiola meninggalkan Barcelona tahun 2012.
Catatan buruk Guardiola di Barcelona itu berpotensi besar terulang di Man City musim ini. Setelah memenangi persaingan dengan Liverpool dalam perburuan Liga Inggris musim lalu, pasukan Guardiola justru terancam jadi pecundang.
Liga Inggris musim ini memang masih panjang namun Man City dituntut bekerja lebih keras untuk mengikis jarak poin sembari berharap Liverpool kehilangan poin di momen krusial seperti musim lalu. Tetapi jika akhirnya hal itu tidak bisa dilakukan, kutukan musim keempat sepertinya memang belum lepas dari Guardiola.
Manchester City berselisih sembilan poin dari puncak klasemen yang ditempati Manchester City. (AP Photo/Jon Super)
Guardiola menelan kekalahan ketiga bersama Man City di Liga Inggris musim ini. (AP Photo/Jon Super)