Gaji 6 Bulan Belum Dibayar, Atlet Dayung Diminta Sabar

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 15:57 WIB
Gaji 6 Bulan Belum Dibayar, Atlet Dayung Diminta Sabar Ilustrasi cabang dayung. (ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Budiman Setiawan meminta atlet untuk bersabar menghadapi situasi gaji yang belum dibayar sejak Juli 2019.

Budiman tidak memungkiri kondisi ini cukup mengganggu persiapan atlet menghadapi SEA Games 2019. Namun, Budiman meminta atlet bersabar menghadapi kondisi ini.

"Mengganggu ya mengganggu. Tapi ini kan hanya makan, penginapan, dan uang saku. Untuk pemusatan latihan, try out memang hanya sekali yang dibantu waktu ke Korea saja karena anggaran yang terbatas dan kami mengerti kondisi itu," ucap Budiman kepada CNNIndonesia.com.


"Anak-anak tidak mengerti situasi. Saya sebetulnya tidak ingin masalah ini dibahas di media. Tapi kalau saya ditanya, masak saya tidak jawab," ujar Budiman.

Budiman mengakui jika atlet dayung yang sedang menjalani pemusatan latihan belum menerima honor sejak Juli 2019. PB PODSI juga telah berkoordinasi dengan Kemenpora untuk mencari jalan keluar.

"Anak-anak memang belum terima uang saku yang baru kami bayarkan sampai Juni. Tapi untuk Juli akan segera dibayarkan karena kekurangan 30 persen anggaran sudah diproses dan minggu depan cair jadi untuk Juli bisa dibayarkan," ucap Budiman.

ilustrasi cabang dayung.ilustrasi cabang dayung. (Dok. Istimewa)
Untuk sisa pembayaran honor Agustus sampai Desember 2019, lanjut Budiman, masih dalam pengajuan ke Kemenpora. Budiman juga mengaku sudah menghadap ke Kemenpora soal pengajuan proposal baru tersebut.

"Dikasih [anggaran] hanya untuk tujuh bulan, harusnya setahun. Kami ini kan Pelatnas tidak berhenti," ujar Budiman.

Sementara itu Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan sesuai MoU anggaran pada Juni 2019, uang yang diberikan Kemenpora adalah untuk dipakai PODSI membayarkan gaji atlet pada Juli sampai Desember 2019. Tapi, PODSI justru menggunakannya untuk membayar gaji Januari sampai Juni 2019.

Gaji 6 Bulan Belum Dibayar, Atlet Dayung Diminta Sabar
"Akibatnya yang bulan sekarang belum terbayar. Harusnya mereka mengikuti apa yang tertera di MoU. Semua sudah tahu anggaran terbatas. Kami sudah panggil pihak PODSI untuk menyampaikan proposal lagi supaya kekurangan ini bisa dipenuhi. Kalau di awal sudah tidak sesuai dengan MoU takutnya jadi temuan. Kemenpora trauma dengan masalah hukum," jelas Gatot.

Lebih lanjut Gatot mengatakan Kemenpora sudah mencairkan 70 persen anggaran kepada PB PODSI. Sementara 30 persen sisanya, kata Gatot, akan cair dalam lima hari ke depan.

Gatot juga enggan menyalahkan pengurus cabang olahraga karena keterlambatan MoU yang baru dilakukan Juni. Pasalnya, cabor masih berpikir anggaran yang akan diberikan pemerintah bakal besar seperti persiapan Asian Games.

"Namanya MoU, kalau yang diminta misalnya 20, tapi kami punya 10, harusnya 10 itu yang dipatuhi. Termasuk kalender misalnya, bulan berapa dipakai untuk atlet dan sebagainya. Kalau tidak seperti itu, BPK itu sudah menangkap ada potensi masalah. Ini bisa terselamatkan andai di proposal baru ini ada yang namanya adendum," ucap Gatot.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu atlet dayung nasional Romdon menganggap gaji yang tertunggak selama lima bulan terakhir adalah hak atlet.

"Jangankan lima bulan, orang yang kerja di mana pun kalau sebulan gajinya telat saja teriak, apalagi ini lima bulan. Atlet ini setiap hari latihan, capek. Butuh hiburan buat nonton youtube pakai kuota," ucap Romdon.

Romdon mewakili para atlet dayung berharap pemerintah bisa segera mendengarkan keluh kesah mereka dan segera membayarkan gaji yang tertunggak lima bulan terakhir.

"Setidaknya kalau sudah dibayar kan bisa buat kami jadi tambah semangat karena ini sudah sedikit lagi jelang SEA Games. Selama ini hanya dijanjikan setiap bulan, bilangnya kalau enggak Senin ya Jumat. Tapi tidak cair-cair juga sampai sekarang," ucap Romdon. (har)