Lorenzo mengambil keputusan mengejutkan pada pertengahan MotoGP 2016 dengan bergabung bersama Ducati pada musim 2017 dan 2018. Pebalap asal Spanyol itu meninggalkan Yamaha, tim yang meroketkan kariernya di MotoGP sejak 2008.
Meninggalkan Yamaha merupakan keputusan terburuk Lorenzo. Pasalnya, Lorenzo tidak pernah benar-benar kembali menjadi pebalap dengan status juara dunia. Dua musim bersama Ducati, pebalap berjuluk X-Fuera itu hanya mampu meraih tujuh podium, termasuk tiga kemenangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meninggalkan Ducati usai MotoGP 2018, Lorenzo memiliki kesempatan untuk bangkit ketika bergabung dengan Repsol Honda. Namun, Lorenzo justru semakin terpuruk ketika menjadi rekan setim Marc Marquez.
Lihat juga:Lorenzo Resmi Pensiun dari MotoGP |
Kegagalan di Ducati dan Honda yang dialami Lorenzo berawal dari blunder meninggalkan Yamaha. Sejak awal Lorenzo tidak harus meninggalkan Yamaha, karena juara dunia Grand Prix lima kali itu adalah masa depan Yamaha.
Pada pertengahan musim 2016, Yamaha sebenarnya sudah berusaha mempertahankan Lorenzo sebelum memilih Maverick Vinales sebagai pendamping Rossi. Namun, Lorenzo memutuskan hengkang setelah merasa menjadi 'anak tiri' di Yamaha.
Lorenzo tidak senang dengan status 'anak emas' Rossi di Yamaha. Padahal Rossi sempat mengecewakan Yamaha dengan pindah ke Ducati pada musim 2011 dan 2012. Sementara Lorenzo adalah pebalap terakhir yang mampu mempersembahkan gelar juara dunia MotoGP untuk Yamaha pada 2010, 2012, dan 2015.
Kini Lorenzo sudah tak punya peluang untuk bisa kembali ke Yamaha. Pasalnya, ada sederet pebalap unggulan yang mengisi jok kuda besi pacuan pabrikan berlambang tiga garpu tala itu, yakni Vinales, Rossi, dan Fabio Quartararo yang dianggap banyak pihak sebagai pebalap masa depan Yamaha. (har/ayp)