Kontainer Barang Bekas Asian Games Tertahan di Bea Cukai

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 14:16 WIB
Asian Games 2018 masih menyisakan persoalan berupa 34 kontainer berisi peralatan pertandingan yang hingga kini tertahan di Bea Cukai. Peralatan wushu di Asian Games 2018 jadi beban Kemenpora. (ANTARA FOTO/INASGOC/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asian Games 2018 masih menyisakan persoalan berupa 34 kontainer berisi peralatan pertandingan yang hingga kini tertahan di Bea Cukai.

Menurut Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, sebanyak 34 kontainer yang tertahan itu merupakan barang milik cabang olahraga (cabor) wushu dan gimnastik atau senam yang akan digunakan di Asian Games 2018.

"Sebanyak 34 kontainer itu peralatan pertandingan milik wushu dan gimnastik. Dahulu kedua cabor itu mengimpor peralatan melalui vendor yang urusan administrasinya belum beres," ujar Gatot melalui sambungan telepon, Jumat (29/11).


"Tapi demi Merah Putih waktu itu, pihak Bea Cukai mengizinkan untuk dipakai di pertandingan saat Asian Games. Setelah Asian Games selesai, barang-barang itu ditarik lagi oleh Bea Cukai dan sekarang urusannya jadi beban Kemenpora," ucap Gatot menambahkan.

Gatot menjelaskan, pengadaan barang Asian Games yang dilakukan melalui vendor berurusan dengan INASGOC atau Panitia Penyelenggara Asian Games 2018.

Barang-barang itu sempat digunakan di Asian Games 2018 sebelum dikembalikan lagi ke Bea Cukai.Barang-barang itu sempat digunakan di Asian Games 2018 sebelum dikembalikan lagi ke Bea Cukai. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Urusan ini jadi rumit lantaran INASGOC sudah dibubarkan. Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) yang dianggap memungkinkan membantu masalah ini juga tidak bisa menanggung pembayaran ke Bea Cukai.

[Gambas:Video CNN]
"LPDUK tidak boleh bayar karena yang seharusnya bayar itu vendor, karena yang mengirimkan barang itu atas nama vendor. Tapi kan vendor urusannya dengan INASGOC, dan INASGOC-nya sudah bubar. Vendor bisa berkilah mereka berurusan hanya dengan INASGOC sehingga mereka tidak mau bayar," tutur Gatot.

Gatot menambahkan biaya yang dibutuhkan untuk mengeluarkan barang di 34 kontainer itu sekitar Rp15 miliar. Bahkan, kata Gatot, persoalan ini sudah jadi temuan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

34 Kontainer Barang Bekas Asian Games Tertahan di Bea Cukai
"Tadinya kami mau minta tolong ke Kejaksaan Agung. Suratnya sudah dikirimkan Pak Imam Nahrawi [Menpora saat itu]. Tapi Kejaksaan Agung menanggap ini adalah masalah internal antara INASGOC dan vendor," kata Gatot.

Salah satu alternatif dalam menyelesaikan pembayaran barang di 34 kontainer iu adalah melelang. Tapi proses lelang tersebut belum juga terlaksana.

"Lagi-lagi Kemenpora yang pusing. Beban ini mau tidak mau jadi tanggungan Kemenpora juga," ucap Gatot. (TTF/bac)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK