EVALUASI 5 TAHUN KABINET KERJA

Merawat Venue Asian Games 2018, Menjaga Memori Kemenangan

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 14:05 WIB
Gemerlap pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa venue Asian Games 2018 masih tampak terawat meski ada beberapa yang mulai terlihat dan mengalami kerusakan, padahal di arena-arena olahraga tersebut atlet-atlet Indonesia meraih prestasi yang membanggakan pada periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Asian Games 2018 telah usai setahun silam, tapi catatan prestasi yang diukir di ajang tersebut tak pernah pudar. Selain torehan medali, hal lain yang abadi selepas perhelatan akbar tersebut adalah lokasi pertandingan dan latihan atau venue.

Mendayagunakan sebuah venue kerap menimbulkan problem tersendiri setelah sebuah perhelatan olahraga usai. Sudah ada contoh stadion yang terbengkalai dan semata-mata menjadi monumen, tengok saja Stadion Palaran, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, atau Stadion Utama Riau yang terbengkalai dan kini teronggok begitu saja.


Total ada sekitar 80 venue yang digunakan sepanjang penyelenggaraan Asian Games 2018, baik untuk berlatih maupun bertanding. Mayoritas berada di Jakarta, ada pula yang berlokasi di Sumatera Selatan, dan beberapa di Jawa Barat.

Merawat Venue Asian Games 2018, Menjaga Memori KemenanganBendera Merah Putih berkibar dalam ajang Indonesia Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Kompleks Gelora Bung Karno, area yang sudah dibangun sejak tahun 1960-an, tetap menjadi destinasi bagi orang-orang di Jabodetabek yang ingin berolahraga. Pelbagai venue Asian Games 2018 yang berada di lokasi tersebut tergolong terawat meski ada cacat-cacat minor seperti air yang tidak keluar di beberapa tempat cuci tangan atau toilet, taman yang kurang terawat, dan palang parkir yang sempat tak bisa berfungsi.

Kompleks GBK dapat menjaga dan merawat berbagai lokasi yang menjadi bagian dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 lantaran sebagai Badan Layanan Umum (BLU) mampu mencari dana untuk membiayai pemeliharaan dan sebagainya. Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), Winarto, menyebut memang sudah memikirkan konsep agar hasil renovasi GBK pada 2016 tidak sia-sia.

"Konsep kami siapkan, setiap venue diupayakan multifungsi. Tujuannya supaya okupansi baik, pemasukan baik, punya kamampuan merawat, menjaga, memelihara baik," ujar Winarto.

Merawat Venue Asian Games 2018, Menjaga Memori KemenanganHutan kota di kompleks GBK menjadi salah satu destinasi bagi masyarakat Jabodetabek. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Demi menangguk rupiah, PPK GBK berharap kawasan yang dikelolanya bisa dimanfaatkan kegiatan non-olahraga lain seperti kegiatan kebudayaan, karnaval pawai budaya, fashion show, pameran, hingga perkawinan.

Mengalihfungsikan Stadion Madya dari tempat latihan dan berlatih atlet atletik menjadi arena tanding sepak bola juga merupakan bagian dari cara PPK GBK mendapat pemasukan demi perawatan.

Kesan ambil untung tampaknya mau tidak mau dilakukan pengelola. Hall Basket yang akan digunakan dalam Piala Dunia Basket 2023 mendatang, kini lebih sering menjadi tuan rumah acara-acara non-olahraga karena biaya sewa yang tergolong mahal untuk event pertandingan atau sekadar latihan bola basket.

Merawat Venue Asian Games 2018, Menjaga Memori KemenanganJakarta International Velodrome dibangun selama 23 bulan dan menelan biaya hingga ratusan miliar rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain kompleks GBK, beberapa venue Asian Games lain di Jakarta seperti Velodrome di Rawamangun dan venue Equestrian di Pulomas pun secara selintas juga masih terlihat rapi.

Jakarta International Velodrome boleh dibilang jarang digunakan. Namun beruntung, BUMD Jakpro yang pada awalnya hanya berstatus sebagai pembangun beritikad merawat gedung berdesain futuristik tersebut dengan mengeluarkan dana sebesar Rp1,2 miliar setiap bulannya.

Merawat Venue Asian Games 2018, Menjaga Memori Kemenangan
Jakpro baru mendapat kepercayaan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengelola JIV pada September 2019 dan berupaya mengoptimalkan keberadaan venue kelas internasional tersebut.

Sementara Jakarta International Equestrian Park yang berada di bawah PT Pulomas Jaya, anak perusahaan dari Jakpro, saat ini masih digunakan sebagai arena latihan klub berkuda dan sempat pula digunakan sebagai lintasan olahraga lari.

Nasib Venue Asian Games 2018 di Palembang

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2