SEA Games 2019 Berantakan, CdM Indonesia Bantah Lembek

CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 11:39 WIB
SEA Games 2019 Berantakan, CdM Indonesia Bantah Lembek Penyelenggaraan SEA Games 2019 di Filipina berantakan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chef de Mission (CdM) Indonesia, Harry Warganegara, membantah dianggap lembek terhadap kondisi perhelatan SEA Games 2019 Filipina yang berantakan dari sisi penyelenggaran.

Ketidaksiapan Filipina sudah terlihat sejak awal, bahkan sebelum upacara pembukaan SEA Games 2019, Sabtu (30/11). Kondisi ini tidak hanya dialami kontingen Indonesia, tapi juga negara peserta lain di SEA Games 2019.

Mulai dari akreditasi yang berantakan, sistem akomodasi dan transportasi yang lambat, makanan halal non-halal yang tidak berlabel, sampai kesalahan non-teknis yang terjadi.


Menyoal rentetan permasalahan tersebut, Harry selaku CdM kontingen Indonesia membantah anggapan lembek terhadap Panitia Penyelenggara SEA Games 2019 (PHISGOC). Harry mengaku hanya berusaha tidak mengganggu fokus atlet yang bertanding.

"Kok dibilang lembek? Kami ini tetap kasih masukan ke PHISGOC atas apa yang kurang. Tapi kami tidak hanya kasih masukan terus diam, kami cari solusi untuk atasi hal-hal tersebut. Justru itu kami lakukan supaya fokus atlet yang bertanding tidak terpecah atau terganggu," kata Harry kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/12).

CdM Indonesia di SEA Games 2019 Harry Warganegara membantah anggapan lembek terhadap panpel SEA Games 2019.CdM Indonesia di SEA Games 2019 Harry Warganegara membantah anggapan lembek terhadap panpel SEA Games 2019. (CNN Indonesia/Surya Sumirat)
Sebagai contoh, Harry melanjutkan, tim CdM Indonesia menyewa kendaraan sendiri supaya atlet tidak terlambat tiba di venue karena harus menunggu kedatangan bus yang disediakan PHISGOC. Harry mengatakan jumlah bus yang disediakan PHISGOC kapasitasnya terbatas.

"Bahkan beberapa atlet negara lain menumpang di kendaraan kami. Kami mencoba memaklumi karena kami juga pernah menjadi tuan rumah dan tidak gampang mengatur event besar. Ketidaksiapan itu di awal saja biasanya, makin ke sini makin baik mereka," ucap Harry.

Salah satu kesalahan yang dilakukan PHISGOC terjadi di cabang olahraga (cabor) floorball antara Indonesia vs Filipina di Up College of Human Kinetics Gym, Senin (25/11). Panpel salah menampilkan bendera Indonesia, dan justru mengibarkan bendera Thailand.

SEA Games 2019 Berantakan, CdM Indonesia Bantah Lembek
Indonesia pernah mengalami masalah bendera terbalik di SEA Games 2017 Malaysia. Kala itu pihak Panpel salah mencantumkan bendera Indonesia pada buku suvenir pembukaan SEA Games. Tepat di halaman ke-80 buku panduan, bendera Indonesia dicantumkan terbalik: Putih-Merah.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kala itu langsung mengajukan protes keras dan meminta Malaysia meminta maaf secara resmi kepada Indonesia.

"Kalau bendera terbalik kami protes karena jelas salah. Kemarin saya protes susunan bendera vertikal karena mereka tidak lazim, atasnya menghadap ke kanan. Sedangkan biasanya menghadap kiri. Kemudian mereka sesuaikan karena saya kasih lihat, bendera Kamboja dan Indonesia jadinya terbalik," ucap Harry.

Lebih lanjut Harry menjelaskan meski masih ada beberapa kendala yang terjadi di SEA Games 2019 saat ini, tapi tetap masih bisa diselesaikan. Termasuk masalah kondisi cuaca akibat Topan Kammuri yang melanda Filipina yang menyebabkan jadwal pertandingan sejumlah cabor ditunda.

[Gambas:Video CNN]
Bahkan di salah satu hotel yang menjadi tempat tinggal atlet balap sepeda Indonesia di kawasan Tagaytay mengalami kerusakan akibat topan Kammuri. Meaki begitu dilaporkan kondisi atlet saat ini dalam keadaan aman.

"Nah, soal cuaca mau marah sama siapa? Tuhan? Atletnya aman di suruh diam di dalam hotel saja. Alert system [bencana] mereka bagus," ucap Harry.

Menyoal cuaca buruk Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan Games 2019 tetap harus berjalan dan tidak memungkinkan untuk ditunda atau dimundur pelaksanaannya. Gatot memastikan penundaan jadwal pertandingan maupun kepulangan atlet ke Tanah Air akibat pembatalan penerbangan yang merupakan dampak dari Topan Kammuri sudah dipertimbangan dan mendapat persetujuan semua wakil CdM negara peserta.

"Sama cuaca seperti itu di kita, cuma kan tidak ada pilihan lain karena bulan Desember sibuk Natal. Kalau kami, pemerintah mendorong yang sudah saatnya pulang ya pulang. Ditunggu bandara dibuka lagi. Positif dari PHISGOC, ada penundaan selalu berkoordinasi dengan CdM, tidak sepihak," ujar Gatot. (TTF/sry)