Kiprah Tunggal Putra di SEA Games 2019 Tak Sesuai Prediksi

CNN Indonesia | Minggu, 08/12/2019 23:55 WIB
Kiprah Tunggal Putra di SEA Games 2019 Tak Sesuai Prediksi Kiprah tunggal putra Indonesia tak sesuai prediksi. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kiprah tunggal putra Indonesia dari cabang olahraga bulutangkis di SEA Games 2019 tak sesuai prediksi pelatih.

Tunggal putra Indonesia tak bisa mengirimkan wakilnya ke babak semifinal SEA Games 2019 yang berlangsung di Muntinlupa Sports Complex, Filipina. Dua pemain yang diturunkan di nomor perorangan, Shesar Hiren Rhustavito dan Firman Abdul Kholik harus terhenti oleh lawannya.

Shesar kalah di babak perempat final dari Loh Kean Yew (Singapura), sementara Firman disingkirkan Sitthikom Thammasin (Thailand) di babak pertama. Tak ada medali yang bisa dibawa pulang dari sektor ini.


Prestasi tunggal putra Indonesia menurun dari edisi sebelumnya di SEA Games 2017 Malaysia. Di mana Jonatan Christie berhasil menyumbang medali emas dan satu perunggu dari Ihsan Maulana Mustofa.

[Gambas:Video CNN]
Pelatih tunggal putra pelatnas PBSI Hendry Saputra mengakui kegagalan anak didiknya di luar prediksi.

"Hasil ini di luar prediksi saya. Saya targetnya final dan syukur-syukur bisa juara. Tapi kondisi lapangan juga kan berpengaruh di pertandingan kali ini. Dan mereka juga kalahnya sama Singapura dan Thailand," kata Hendry di laman PBSI.

"Selain itu Jonatan dan (Anthony Sinisuka) Ginting juga tidak bisa diturunkan saat ini, karena ada perhitungan lain. Jadi hasil ini harus bisa diterima," sambung Hendry.

Kiprah Tunggal Putra di SEA Games Tak Sesuai Prediksi
Kondisi angin juga diakui menjadi salah satu kendala di lapangan. Bukan sekadar alasan, Hendry mengantongi sejumlah catatan evaluasi untuk Shesar dan Firman.

"Memang ada pemain yang tipenya bisa mengatasi suatu hambatan di lapangan, termasuk angin, ada yang belum bisa. Nah mereka ini belum bisa. Padahal lawan kan juga merasakan hal yang sama. Jadi memang ke depannya perlu ada latihan khusus untuk menghadapi kesukaran di lapangan supaya lebih tenang," jelas Hendry.

"Menurut saya Shesar kemarin kurang tenang saja. Jadi dia kurang bisa menggunakan struk yang tepat untuk mengatasi lawan. Ini jadi pelajaran buat mereka. Untuk SEA Games ke depannya jadi sudah tahu siapa yang akan diturunkan. Hasil ini di luar prediksi saya. Sebenarnya kalau dengan Shesar juga seharusnya sudah bisa," ungkap Hendry lagi.

Sejauh ini, bulutangkis Indonesia mengirimkan tiga wakil di final. Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti jadi wakil pertama yang menembus partai perebutan medali emas diikuti Ruselli Hartawan di nomor tunggal putri, dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (jun/jun)