Seperti dilansir dari Skysports, The Global Times surat kabar China yang berbahasa Inggris, menyebut pertandingan The Gunners melawan The Citizens tidak akan disiarkan karena unggahan Ozil di media sosial telah mengecewakan fan dan otoritas sepak bola di China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Pemain yang turut mengantar Jerman menjadi juara dunia 2014 itu memilih menggunakan nama Turkistan Timur, bukan Xinjiang, yang merupakan provinsi tempat muslim Uighur.
"Turkistan Timur, luka yang berdarah dari umat, mencoba melawan para persekutor yang berusaha memisahkan mereka dari agama."
"Mereka membakar Alquran, menutup masjid, menutup madrasah, dan membunuh para tokoh mereka [Uighur]. Para pria dipaksa tinggal dalam kamp dan keluarga mereka dipaksa tinggal dengan orang-orang China. Para wanitanya dipaksa menikah dengan orang-orang China," demikian tulis unggahan Ozil.
"Terkait komentar yang dibuat Ozil di media sosial, Arsenal ingin meluruskan sesuatu. Konten yang diterbitkan Ozil merupakan pendapat pribadi. Sebagai klub sepak bola, Arsenal memegang teguh prinsip tidak melibatkan diri dalam politik," tulis Arsenal. (nva)
