Okto telah mendatangi Kantor Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss pertengahan Desember lalu, terkait rencana jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Selain itu, NOC juga berkoordinasi dengan Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 untuk mendapatkan dukungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa kami sudah berkoordinasi dengan IOC dan NOC Jepang bahwa nanti di Tokyo kita akan membangun Indonesia village. Kami akan mengkampanyekan dan memperlihatkan Indonesia di 2032. Sekarang kami sudah dapat ancang-ancangnya," ungkapnya.
Presiden IOC, Thomas Bach, lanjut Okto, tidak ingin negara-negara yang mengikuti bidding tuan rumah Olimpiade mengeluarkan banyak uang secara percuma. IOC ingin membangun citra positif dengan memberikan pendampingan supaya negara peserta bisa berkomunikasi langsung sehingga tidak menghabiskan banyak dana.
"Mereka [IOC] akan kirimkan orangnya untuk bekerja bersama kami dalam fase persiapan sehingga studi kelayakan bisa disiapkan langsung antara NOC dengan IOC," terangnya.
"Mudah-mudahan pendampingan dan dukungan dari IOC ini jadi pertanda bahwa Indonesia akan diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah di 2032. Presiden IOC juga bilang jika Indonesia jadi tuan rumah, bisa jadi kesempatan pertama di dunia Olimpiade dilaksanakan di Asia Tenggara," ujarnya.
"Keputusan Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032 atau tidak bisa jadi diumumkan sebelum tahun 2024 asal sudah siap semuanya. Nanti IOC meeting, kalau dianggap sudah siap bisa putusan," terang Okto. (ttf/jal)
