NOC Percaya Diri Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

CNN Indonesia | Rabu, 01/01/2020 00:09 WIB
Ketua National Olympic Committee (NOC), Raja Sapta Oktohari sangat percaya diri Indonesia bisa dipercaya jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Ketua NOC Raja Sapta Oktohari percaya diri Indonesia bisa jadi tuan rumah Olimpiade 2032. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua National Olympic Committee (NOC), Raja Sapta Oktohari sangat percaya diri Indonesia bisa dipercaya jadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Okto telah mendatangi Kantor Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss pertengahan Desember lalu, terkait rencana jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Selain itu, NOC juga berkoordinasi dengan Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 untuk mendapatkan dukungan.

"Kami percaya diri pada 2032 tuan rumah Olimpiade bisa diserahkan ke kita [Indonesia]. Sinyalnya sudah jelas, tinggal jaga ritme supaya kepercayaan itu tetap di kita. Kami sudah komunikasi dengan IOC dan mereka sudah menyampaikan bahwa sistem penunjukkan tuan rumah Olimpiade kali ini beda dengan Olimpiade sebelumnya karena tidak ada beauty contest tapi berupa pendampingan," ujar Okto.


Okto mengungkapkan NOC akan mulai berkampanye di Olimpiade Tokyo 2020 untuk menarik perhatian negara-negara peserta dalam mendukung Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Kemenpora, Kedutaan Besar Indonesia di Jepang, Kementerian Pariwisata dan stakeholder lain untuk membangun Indonesia Village di Tokyo.

"Bahwa kami sudah berkoordinasi dengan IOC dan NOC Jepang bahwa nanti di Tokyo kita akan membangun Indonesia village. Kami akan mengkampanyekan dan memperlihatkan Indonesia di 2032. Sekarang kami sudah dapat ancang-ancangnya," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]
Presiden IOC, Thomas Bach, lanjut Okto, tidak ingin negara-negara yang mengikuti bidding tuan rumah Olimpiade mengeluarkan banyak uang secara percuma. IOC ingin membangun citra positif dengan memberikan pendampingan supaya negara peserta bisa berkomunikasi langsung sehingga tidak menghabiskan banyak dana.

"Mereka [IOC] akan kirimkan orangnya untuk bekerja bersama kami dalam fase persiapan sehingga studi kelayakan bisa disiapkan langsung antara NOC dengan IOC," terangnya.

Okto menilai saat ini Australia yang jadi rival terkuat untuk bersaing jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Australia disebut sangat agresif dalam mencari dukungan dan sudah memberikan studi kelayakan ke IOC lebih dulu.

"Mudah-mudahan pendampingan dan dukungan dari IOC ini jadi pertanda bahwa Indonesia akan diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah di 2032. Presiden IOC juga bilang jika Indonesia jadi tuan rumah, bisa jadi kesempatan pertama di dunia Olimpiade dilaksanakan di Asia Tenggara," ujarnya.

Berbekal pengalaman di Asian Games dan Asian Para Games 2018, Okto yakin keinginan IOC terkait efisiensi anggaran dengan tidak membangun venue baru tapi memanfaatkan venue yang ada sejalan dengan keinginan Indonesia jadi tuan rumah.

"Keputusan Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032 atau tidak bisa jadi diumumkan sebelum tahun 2024 asal sudah siap semuanya. Nanti IOC meeting, kalau dianggap sudah siap bisa putusan," terang Okto. (TTF/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK