Anies Ogah Respons Hujatan Soal Banjir dan Formula E

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 15:30 WIB
Anies Ogah Respons Hujatan Soal Banjir dan Formula E Anies Baswedan ogah menanggapi hujatan terkait banjir Jakarta dan Formula E di ibu kota. (CNN Indonesia/ Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari kritik sejumlah pihak terhadap rencana gelaran Formula E Jakarta pada Juni 2020.

Rencana gelaran Formule E sebelumnya dikritik karena dianggap memakan biaya besar sementara saat ini Jakarta tengah mengalami banjir parah.

Ada pula pihak yang menyebut anggaran penanganan banjir 2020 dikurangi karena akan digunakan untuk gelaran Formula E.


"Itu bukan hanya tidak benar tapi mengarang. Jadi saya enggak mau komentar," ujar Anies saat ditemui di rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (3/1).

Anies pun membantah pihaknya mengurangi anggaran penanganan banjir 2020. Meski tak menjelaskan lebih lanjut, mantan Mendikbud ini meminta agar tak ada pihak yang sembarangan menyampaikan informasi tentang anggaran tersebut.

Anies Dihujat Soal Formula E dan Banjir: Hanya MengarangIlustrasi gelaran Formula E. (Mike Stobe/Getty Images for Kaspersky/AFP)
"Pada fase ini saya berharap semua pihak yang bicarakan anggaran, kebijakan, gunakan informasi objektif. Termasuk kita-kita yang menulis sehingga tidak menimbulkan perdebatan yang tidak perlu," kata Anies.

Anies menilai saat ini seluruh pihak seharusnya menjunjung sikap solidaritas dan kebersamaan untuk membantu warga yang menjadi korban banjir Jakarta.

"Apa pun pandangan terkait dengan kebijakan, begitu ada ribuan warga terdampak banjir justru saatnya kita bersama untuk solid, meringankan beban saudara kita," tutur Anies.

Hujatan terhadap rencana gelaran Formula E sebelumnya masuk trending topic di Twitter dengan tanda pagar #shameOnyouFormulaEJakarta.

Anies Dihujat Soal Banjir dan Formula E: Hanya MengarangFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Sejumlah netizen menilai anggaran besar yang akan dikeluarkan Anies menyakiti perasaan warga Jakarta setelah banjir melanda Ibu Kota pada 1 Januari 2020.

Ada juga yang menyinggung kebijakan Anies memotong anggaran antisipasi banjir DKI karena anggaran besar yang akan dikeluarkan untuk Formula E.

Diberitakan sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan usulan anggaran untuk menyelenggarakan Formula E mencapai Rp1,3 triliun. Sebesar Rp360 miliar untuk commitment fee dan Rp934 miliar untuk biaya penyelenggaraan.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pihak yang berperan sebagai pembangun infrastruktur Formula E Jakarta, juga sebelumnya menyampaikan biaya yang dibutuhkan membangun infrastruktur Rp300 miliar hingga Rp350 miliar. (bac)