Bali United berburu pemain anyar lebih awal ketimbang tim-tim peserta Liga 1 2020. Hal ini dikarenakan Bali United ingin punya skuat lengkap sebelum babak play off pertama Liga Champions Asia 2020 kontra Tampines Rovers, 14 Januari nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gavin Kwan jadi salah satu pemain berlabel timnas yang didatangkan Bali United. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Kehadiran lima pemain ini membuat Bali United dihuni banyak pemain timnas. Nadeo, Gavin, hingga Lerby adalah pemain berlabel timnas di kategori senior maupun U-23.
[Gambas:Video CNN]
Sebelum kehadiran tiga pemain ini, Bali United sudah memiliki enam pemain berlabel timnas yaitu Irfan Bachdim, Fadil Sausu, Ricky Fajrin, I Made Andhika Wijaya, Wawan Hendrawan, dan Stefano Lilipaly.
Bertaburnya pemain berlabel timnas bakal mengangkat pamor Bali United. Hanya saja, materi pemain bintang berlabel timnas bukan jaminan Bali United bakal sukses musim ini.
PSPS Pekanbaru bisa jadi contoh untuk tim bertabur bintang yang gagal jadi juara. Tim berjuluk Asykar Bertuah merekrut pemain berlabel timnas seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bejo Sugiantoro, Hendro Kartiko, hingga Aples Tecuari.
Kenyataannya performa PSPS tidak mengesankan dan hanya mampu finis di peringkat kelima Wilayah Barat Liga Indonesia musim 2002/2003.
Selain itu terdapat pula nama-nama pemain lokal berkualitas macam Egi Melgiansyah, Dedi Kusnandar, Joko Sasongko, plus pemain impor asal Malaysia Safee Sali.
Contoh terakhir tim yang gagal jadi juara meski mengumpulkan pemain bintang adalah Madura United. Di musim 2019, Laskar Sapeh Kerrab mendatangkan Aleksandar Rakic, Jaimerson Xavier, hingga Andik Vermansah gagal meraih satu trofi pun. (jal/har)
Gavin Kwan jadi salah satu pemain berlabel timnas yang didatangkan Bali United. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)