Perekrutan Mourinho usai pemecatan Mauricio Pochettino diprediksi sebagai kesalahan terbesar dari sang ketua, Daniel Levy. Sebab, pelatih berjuluk Special One itu gagal membangkitkan gairah Harry Kane dkk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pembatasan Gaji
Lambat laun, kebijakan ini justru menjadi bom waktu. Para pemain kunci seperti Christian Eriksen, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, dan Danny Rose tampak kecewa. Sementara Kieran Trippier lebih dulu angkat kaki dan memutuskan pindah ke Atletico Madrid.
[Gambas:Video CNN]
Eriksen yang tampil cemerlang musim lalu malah meredup karena gagal hengkang. Baru-baru ini, gelandang asal Denmark itu dikabarkan telah sepakat gabung Inter Milan di bursa transfer Januari.
2. Filosofi Kontras Mourinho dan Pochettino
Hal ini bisa dibilang sebagai persoalan paling jelas terjadi di skuat Tottenham. Skuat Tottenham saat ini dihuni para pemain pilihan Pochettino sehingga mereka sulit keluar dari karakter permainan sang pelatih Argentina tersebut.
3. Kedalaman Skuat yang Tak Memadai
Banyak pihak mungkin tak setuju jika Spurs dianggap tak memiliki skuat yang dalam. Terlebih mereka sebelumnya sukses mendapatkan Giovani Lo Celso, Tanguy Ndombele, dan Ryan Sessegnon.
Sejak awal, Mourinho sudah mengambil risiko sulit membeli pemain bintang seperti yang dilakukan saat menangani Chelsea dan Manchester United. Meski jendela transfer terbuka lebar di Januari, Mou kemungkinan tak bisa belanja pemain jor-joran. (nva)
