Pada Indonesia Masters 2020, Apriyani tidak hanya bermain di nomor ganda putri melainkan juga di nomor ganda campuran. Rekan duet Apriyani adalah Tontowi Ahmad, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Greysia/Apriyani melaju ke babak kedua Indonesia Masters. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Alhamdulillah, Puji Tuhan untuk kemenangan hari ini. Gim pertama sangat disayangkan [kalah], tapi ya sudah namanya permainan. Kami juga masih mencari pola untuk bisa main di gim pertama. Kak Greys juga kan baru main jadi masih cari enaknya, anginnya bagaimana. Kalau saya kan sudah main di ganda campuran, jadi sudah biasa."
"Kami [Apriyani dan Greysia] mau menunjukkan yang terbaik di sini," ungkap Apriyani.
Greysia Berusaha Menikmati Pertandingan
Dengan Olimpiade 2020 di depan mata, Greysia mengaku berusaha menikmati tiap pertandingan yang ada. Dengan usia yang bakal menginjak 33 tahun di 2020, Olimpiade 2020 kemungkinan besar jadi Olimpiade terakhir dalam karier Greysia.
"Ibarat padi, semakin tinggi semakin merunduk. Saya makin berumur semakin enjoy. Saya lebih ingin menikmati setiap pertandingan. Berusaha untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan," kata Greysia.
"Semakin ke sini pemikirannya semakin menerima apa yang ada dan mau menunjukkan kemampuan terbaik menuju Olimpiade 2020," ungkap Greysia.
Foto: CNN Indonesia/Andry NovelinoGreysia Polii berusaha menikmati pertandingan. |
Greysia menyebut tidak ingin menyesali atau marah dengan keadaan jika ia tidak dapat memenangkan sebuah pertandingan.
"Kalah menang dinikmati saja waktu bermain saya. Rugi juga kalau tegang-tegang, capek marah, kesal. Nanti 3-5 tahun lagi saya bakal pikir lagi kenapa waktu itu kesal," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu Menpora Zainudin Amali terlihat menyaksikan langsung babak pertama Indonesia Masters 2020.
"Saya ingin lihat anak-anak pelatnas (PBSI), dan ini kan salah satu cabang olahraga yang kita harapkan ke Olimpiade 2020, itu yang kita pantau. Saya datang ke sini untuk melihat persiapan Olimpiade 2020, lebih ke situ. Anak-anak main kan untuk kualifikasi, agar mereka mendapatkan poin," kata Zainudin.
"Kita akan lihat berapa atlet kita yang akan lolos ke Olimpiade nanti. Di nomor apa saja kan kita belum tahu siapa saja yang lolos. Kita pantau terus, dari sini kan bisa kelihatan kira-kira kita dapat berapa tiket ke Olimpiade 2020," ujarnya. (ttf/ptr)
Greysia/Apriyani melaju ke babak kedua Indonesia Masters. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino