Hindari Virus Corona, Dua Kualifikasi Olimpiade Dipindah

CNN Indonesia | Sabtu, 25/01/2020 22:32 WIB
Hindari Virus Corona, Dua Kualifikasi Olimpiade Dipindah Lokasi pertandingan Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 dipindah. (AP Photo/Jae C. Hong)
Jakarta, CNN Indonesia -- Babak kualifikasi cabang tinju dan sepak bola Olimpiade 2020, yang dijadwalkan berlangsung di Wuhan, dipastikan dipindah ke tempat lain untuk menghindari virus corona.

Gugus Tugas Tinju (BTF) Komite Olimpiade Internasional mengumumkan pertandingan kualifikasi zona Asia/Oseania untuk Olimpiade Tokyo tengah tahun ini bakal berlangsung pada 3-11 Maret.

"Ajang tersebut, yang semula direncanakan diadakan di Wuhan, China, mulai 3-14 Februari, dijadwal ulang setelah keputusan bersama oleh BTF dan Komite Olimpiade China untuk membatalkan pertandingan karena perkembangan kasus wabah virus corona di kota itu," demikian keterangan Komite Olimpiade Internasional seperti dikutip AFP.


"Setelah meninjau semua alternatif dengan seksama, BTF menyetujui proposal Komite Olimpiade Yordania hari ini, untuk mengonfirmasi tanggal dan lokasi kompetisi sesegera mungkin, demi kepentingan terbaik para atlet yang sedang mempersiapkan diri untuk kualifikasi.

Hindari Virus Corona, Dua Kualifikasi Olimpiade DipindahIlustrasi kualifikasi tinju Olimpiade 2020. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Tinju hampir dicoret dari daftar cabang Olimmpiade 2020 setelah serangkaian skandal. Badan tinju amatir AIBA dilucuti dari hak untuk mengatur kompetisi Olimpiade dan diganti dengan gugus tugas khusus.

[Gambas:Video CNN]

Selain batal menjadi tuan rumah kualifikasi cabang olahraga tinju, kota Wuhan juga urung menggelar kualifikasi sepak bola wanita. Semula Wuhan bakal menjadi lokasi penyelenggaraan kualifikasi Grup B yang berisi China, Taiwan, Thailand, dan Australia.

Keempat negara tersebut bakal bertanding di Nanjing pada 3-9 Februari atau sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Hindari Virus Corona, Dua Kualifikasi Olimpiade Dipindah
Korban meninggal akibat wabah virus corona mematikan di China kini mencapai 41 orang pada Sabtu (25/1). Sementara itu jumlah kasus korban terinfeksi sudah melonjak nyaris mendekati 1.300 kasus.

Komisi Kesehatan Hubei mengungkapkan bahwa di Wuhan sendiri korban meninggal mencapai 15 orang. Selain itu Komisi Kesehatan Nasional dalam pernyataan terpisah mengungkapkan bahwa setidaknya ada 444 kasus baru virus telah ditemukan dan membuat jumlah korban menjadi 1.287 kasus. (nva/nva)