Pilot Kobe Bryant Sempat Diperingatkan Terbang Terlalu Rendah
CNN Indonesia
Senin, 27 Jan 2020 16:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pilot helikopter pribadi Kobe Bryant yang mengalami kecelakaan pada Minggu (26/1), disebut sempat diperingatkan pihak menara pengontrol lalu-lintas udara (ATC) terbang terlalu rendah.
Dilansir dari ESPN, sebelumnya pilot sempat menghubungi ATC terkait cuaca buruk yang dihadapinya. Kondisi cuaca buruk di wilayah udara Calabasas, Los Angeles, ditengarai menjadi penyebab kecelakaan helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant dan tujuh penumpang lainnya.
Sebanyak delapan penumpang dan satu pilot bernama Ara Zobayan itu pun dilaporkan tewas dalam kecelakaan helikopter berjenis Sikorsky S-76 tersebut. Dalam laporan terbaru yang dilansir ESPN, salah satu sumber yang tak ingin identitasnya diungkap sempat menceritakan komunikasi antara ATC dan pilot beberapa saat sebelum kecelakaan.
Helikopter terbang dari Bandara John Wayne pada pukul 09.06 pagi waktu setempat. Tepat pukul 09.30 pagi waktu setempat, sang pilot sempat meminta izin menambah ketinggian helikopter untuk melewati lapisan kabut yang bisa membahayakan penerbangan.
Berdasarkan audio komunikasi antara ATC dan pilot yang diperdengarkan, pihak ATC tetap memperingatkan kepada pilot bahwa dia masih terbang terlalu rendah.
Dengan ketinggian itu, radar ATC tidak memungkinkan menangkap posisi helikopter di area berbukit di wilayah Calabasas.
Pada pukul 09.40 pagi, helikopter dilaporkan berusaha naik ke ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Helikopter kemudian kembali menukik pada ketinggian 426 meter dan terjatuh ke sisi perbukitan.
Rekaman suara itu sempat diunggah LiveATC.net yang merupakan komunikasi antara pilot dan petugas ATC.
Helikopter yang dibuat pada tahun 1991 itu sempat dilaporkan mengelilingi daerah Kebun Binatang LA sebanyak enam kali pada ketinggian yang sangat rendah, sekitar 875 kaki atau sekitar 266 meter. Kemungkinan helikopter tersebut terbang berkeliling menunggu cuaca cerah. (bac/jal)
Dilansir dari ESPN, sebelumnya pilot sempat menghubungi ATC terkait cuaca buruk yang dihadapinya. Kondisi cuaca buruk di wilayah udara Calabasas, Los Angeles, ditengarai menjadi penyebab kecelakaan helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant dan tujuh penumpang lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi helikopter Sikorsky S-76B yang merupakan helikopter pribadi Kobe Bryant. (AP Photo/Matt Hartman) |
Pada pukul 09.40 pagi, helikopter dilaporkan berusaha naik ke ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Helikopter kemudian kembali menukik pada ketinggian 426 meter dan terjatuh ke sisi perbukitan.
Helikopter yang dibuat pada tahun 1991 itu sempat dilaporkan mengelilingi daerah Kebun Binatang LA sebanyak enam kali pada ketinggian yang sangat rendah, sekitar 875 kaki atau sekitar 266 meter. Kemungkinan helikopter tersebut terbang berkeliling menunggu cuaca cerah. (bac/jal)
Ilustrasi helikopter Sikorsky S-76B yang merupakan helikopter pribadi Kobe Bryant. (AP Photo/Matt Hartman)