Tunggal putra Indonesia itu ikut mengomentari keputusan PBSI tidak mengirimkan para atlet badminton Indonesia di China Masters 2020 di Lingshui, China. Ajang itu bakal digelar pada 25 Februari hingga 1 Maret 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana evakuasi korban salah satu warga diduga terkena virus Corona di Wuhan China. (Chinatopix via AP) |
"Saya juga tidak tahu detail soal penyakit itu. Khawatir banget. Bukan hanya ke China. Apalagi saya sekarang kan ke luar negeri, lewat bandara dan segala macam."
"Kita tidak tahu apakah ada orang yang kena [virus Corona] juga atau tidak. Ada rasa khawatir juga. Apalagi, bisa dibilang cukup serius sekali. Sekarang banyak berdoa aja semoga dilindungi selalu oleh Tuhan. Semoga April beres soal virus," ujar pria 23 tahun tersebut.
"Daripada berisiko. Kalau saya pribadi, lebih baik pindah tuan rumah [Kejuaraan Beregu Asia] saja untuk saat ini karena kasusnya darurat. Mungkin misalnya bisa dipindah ke Singapura. Atau lebih baik Indonesia saja. Hehehe..."
"Kalau dilihat, turnamen itu dimulai April. Saya tidak yakin penanganan virus di sana bisa selesai dalam waktu tiga bulan. Semoga saja ada solusi dari BWF," terang Ginting. (bac/jun)
Suasana evakuasi korban salah satu warga diduga terkena virus Corona di Wuhan China. (Chinatopix via AP)