Badminton Dapat Anggaran Paling Besar Jelang Olimpiade 2020

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 18:35 WIB
Badminton Dapat Anggaran Paling Besar Jelang Olimpiade 2020 Ilustrasi latihan pelatnas Cipayung. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mendapatkan anggaran paling besar yakni Rp18,6 miliar jelang Olimpiade 2020 di Tokyo mendatang, Selasa (11/2).

Dana tersebut didapat PBSI dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) anggaran persiapan menuju Olimpiade 2020 oleh tiga cabor; badminton, angkat besi (PB PABBSI), dan bola voli (PP PBVSI) di Kemenpora.

PBSI mendapat Rp18,6 miliar dari total Rp32,2 miliar yang diajukan. Meski badminton dapat anggaran paling besar, namun bola voli memiliki persentase lebih banyak.


PB PBVSI mendapat Rp3,2 miliar atau 96 persen dari dana yang diajukan, yaitu sebesar Rp3,3 miliar.

Sementara itu, PB PABBSI mendapat persentase mencapai 90 persen atau sebesar Rp10 miliar dari Rp11 miliar yang diajukan.

Menurut Menpora Zainudin Amali, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan bentuk transparansi pemerintah terhadap keuangan negara. Detail anggaran yang disebutkan juga diklaim sebagai bukti akuntabilitas lembaganya.

Cabor diminta bijak menggunakan anggaran Olimpiade 2020.Cabor diminta bijak menggunakan anggaran Olimpiade 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Saya berusaha seterbuka mungkin, transparan dan akuntabel. Uangnya nanti dari Kementerian Keuangan langsung dikirim ke masing-masing cabor," ucap Zainudin.

"Kemenpora hanya memverifikasi berkali-kali. Bukan kami mau menahan [anggaran], tapi kami mau tertib administrasi, karena kalau salah bisa jadi temuan BPK [Badan Pengawas Keuangan] dan yang bertanggung jawab Kemenpora," tutur Menpora menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan, pencairan dana Olimpiade tersebut bisa dilakukan satu minggu setelah penandatanganan MoU tersebut.

"Saya ingatkan kepada para cabor untuk menggunakan anggaran sesuai dengan kesepakatan MoU. Sebab, kalau ada perbedaan penggunaan anggaran dari MoU akan jadi temuan di BPK. Jadi saya minta ke KONI dan NOC mengawal dan memberikan pengawasan penggunaannya," Menpora menjelaskan.

Badminton Dapat Anggaran Paling Besar Jelang Olimpiade
Kemenpora menargetkan 46 atlet dari 13 cabor lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo pada Juli sampai Agustus mendatang. Saat ini, sudah lima atlet yang dipastikan lolos ke Olimpiade, yakni Lalu Muhammad Zohri dari cabor atletik, dua atlet panahan, Riau Egha Agatha dan Dinda Choirunnisa, Vidya Rafika dari menembak serta Eko Yuli Irawan da Windy Cantika Aisah dari angkat besi.

Beberapa cabor juga masih berjuang untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade, yakni sepatu roda, taekwondo, balap sepeda disiplin BMX, dayung, badminton, tinju, tenis dan renang.

PP PBVSI juga memiliki kans untuk meloloskan satu tim putra voli pantai ke Olimpiade 2020. Sementara itu PP PBSI dibebani target mengirim dua wakil dari tiap nomor. (TTF/ptr)