Dana tersebut didapat PBSI dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) anggaran persiapan menuju Olimpiade 2020 oleh tiga cabor; badminton, angkat besi (PB PABBSI), dan bola voli (PP PBVSI) di Kemenpora.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, PB PABBSI mendapat persentase mencapai 90 persen atau sebesar Rp10 miliar dari Rp11 miliar yang diajukan.
Cabor diminta bijak menggunakan anggaran Olimpiade 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Kemenpora hanya memverifikasi berkali-kali. Bukan kami mau menahan [anggaran], tapi kami mau tertib administrasi, karena kalau salah bisa jadi temuan BPK [Badan Pengawas Keuangan] dan yang bertanggung jawab Kemenpora," tutur Menpora menambahkan.
[Gambas:Video CNN]
Sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan, pencairan dana Olimpiade tersebut bisa dilakukan satu minggu setelah penandatanganan MoU tersebut.
"Saya ingatkan kepada para cabor untuk menggunakan anggaran sesuai dengan kesepakatan MoU. Sebab, kalau ada perbedaan penggunaan anggaran dari MoU akan jadi temuan di BPK. Jadi saya minta ke KONI dan NOC mengawal dan memberikan pengawasan penggunaannya," Menpora menjelaskan.
Lihat juga:Klausul Kontrak Unik Klopp di Liverpool |
PP PBVSI juga memiliki kans untuk meloloskan satu tim putra voli pantai ke Olimpiade 2020. Sementara itu PP PBSI dibebani target mengirim dua wakil dari tiap nomor. (ttf/ptr)
Cabor diminta bijak menggunakan anggaran Olimpiade 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)