Sejarah Julur Lidah Sakti Michael Jordan

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 19:23 WIB
Sejarah Julur Lidah Sakti Michael Jordan Aksi julur lidah Michael Jordan terinspirasi ayah. (AFP/STREETER LECKA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak yang menyangka aksi julur lidah Michael Jordan sebatas untuk menghina lawan. Tapi, ternyata kebiasaan itu merupakan warisan keluarga.

Para penggemar NBA, terutama di era 1990-an, pasti akan akrab dengan juluran lidah Jordan. Aksi tersebut hampir rutin dilakukan setelah menembak atau dunk.

Seperti dilansir Huffington Post, aksi julur lidah Jordan terpengaruh sang ayah, James Raymond, yang juga mengikuti kebiasaan keluarganya.


Jordan mengatakan, ayahnya, yang tewas ditembak perampok pada 23 Juli 1993, selalu menjulurkan lidah ketika memperbaiki barang di rumahnya.

Pria yang hari ini merayakan ulang tahun ke-57 itu menganggap menjulurkan lidah sebagai salah satu 'warisan' dari ayahnya. Menariknya, James Raymond, memastikan menjulurkan lidah sudah dilakukan secara turun-temurun di keluarganya.

[Gambas:Video CNN]
"Sejauh yang saya ingat, berasal dari kakek saya. Dia selalu menjulurkan lidah, dan jika saya sedang memperbaiki mobil atau barang lainnya di sekitar rumah, saya juga menjulurkan lidah agar konsentrasi," ujar James.

Bagi Jordan, menjulurkan lidah bukan hanya sekadar ekspresi ketika bermain. Dengan cara itu pula, pria yang menjadi ikon Nike sejak 1984 itu berkonsentrasi dalam pertandingan.

Antropolog bernama Desmond Morris, kepada Chicago Tribune, mengatakan, apa yang dilakukan Jordan sering disebut sebagai 'Lidah Konsentrasi'.

Sejarah Julur Lidah Sakti Michael Jordan
"Gerakan itu secara bertahap mengungkapkannya sendiri, sebagai bentuk 'konsentrasi' murni. Itu adalah gerak tubuh yang menyatakan 'biarkan saya dalam damai'," ujar Morris.

Sejumlah ahli neurologi di Amerika Serikat menamakan kebiasaan menjulurkan lidah sebagai sindrom Michael Jordan.

"Sejumlah ilmuwan juga mengklaim menjulurkan lidah merupakan salah satu cara mengurangi input sensor yang tidak diperlukan ke otak, yang bisa mengurangi kemampuan berkonsentrasi," ujar ahli neurologi asal Amerika Serikat, Paul Mazzeo.

Bisa dibilang, salah satu kunci sukses Jordan dalam kariernya di dunia bola basket adalah mengatasi tekanan dengan menjulurkan lidah.

Bahkan ada ungkapan di AS, "Jika Jordan sudah menjulurkan lidah, maka dia tidak bisa dihentikan." (jun/sry)