Kawasaki Diam-diam Ingin Kembali ke MotoGP

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 11:28 WIB
Kawasaki Diam-diam Ingin Kembali ke MotoGP Kawasaki terakhir tampil di MotoGP pada 2008. (Robert Laberge/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasaki dikabarkan ingin kembali ke MotoGP setelah meminta jatah wild card kepada CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta.

Tim pabrikan Kawasaki terakhir bertarung di MotoGP pada musim 2008 bersama Anthony West dan John Hopkins. Pada MotoGP 2009 pabrikan asal Jepang itu menyuplai sepeda motor untuk Hayate Racing Team dengan pebalap Marco Melandri. Itu adalah kali terakhir Kawasaki tampil di MotoGP.

Setelah meraih mendominasi ajang Superbike sejak 2015 bersama pebalap Jonathan Rea, Kawasaki diklaim Ezpeleta ingin kembali menjajal MotoGP lewat jalur wild card. Namun, permintaan itu ditolak Ezpeleta.


"Baru-baru ini Kawasaki meminta saya untuk melakukan wild card di MotoGP menggunakan sepeda motor Superbike mereka. Saya jawab 'tidak', karena wild card berlaku untuk mereka yang tampil di MotoGP," ujar Ezpeleta dikutip dari GP One.

Carmelo Ezpeleta menolak Kawasaki masuk MotoGP lewat wild card.Carmelo Ezpeleta menolak Kawasaki masuk MotoGP lewat wild card. (KARIM JAAFAR / AFP)
Ezpeleta menolak 'ide' Kawasaki melakukan duel antara sepeda motor MotoGP dengan Superbike. Ezpeleta menganggap Superbike sebagai ajang balap motor kasta kedua di bawah MotoGP.

Kawasaki Diam-diam Ingin Kembali ke MotoGP
"Beberapa waktu lalu saya mengatakan Superbike kasta kedua, dan orang-orang marah. Saya tidak peduli, karena itu faktanya," ucap Ezpeleta.

Ezpeleta kemudian menutup peluang Kawasaki kembali ke MotoGP, setidaknya hingga musim 2022. Ezpeleta tidak ingin kondisi keuangan MotoGP memburuk karena terlalu banyak tim.

"Sejujurnya kami tidak punya tempat untuk tim lain saat ini. Untuk 2022, Aprilia sudah meminta tempat untuk tim pabrikan, dengan begitu kami akan punya enam tim pabrikan dan jumlah tim satelit yang sama," ujar Ezpeleta.

"Jika contohnya Kawasaki ingin masuk, maka mereka harus mencapai kesepakatan dengan tim yang sudah ada di dalam MotoGP. Dari segi olahraga, semakin banyak tim maka akan lebih baik, tapi dari sisi keuangan, [model] saat ini adalah yang terbaik," ucap Ezpeleta.

[Gambas:Video CNN] (har/bac)