Final Piala Gubernur Jatim: Jakmania Dilarang Hadir

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 11:40 WIB
Final Piala Gubernur Jatim: Jakmania Dilarang Hadir The Jakmania dilarang hadir jika final Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion GBT. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, dilarang hadir pada final Piala Gubernur Jatim 2020 saat melawan Persebaya Surabaya jika final digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (21/2).

Sekretaris PSSI Pemprov Jatim, Amir Burhannudin, mengatakan hingga kini status final Piala Gubernur Jatim 2020 belum 100 persen pasti menyusul bentrokan suporter jelang semifinal Persebaya Surabaya vs Arema FC.

Sesuai rencana awal jika Persebaya lolos ke final, maka pertandingan digelar di Stadion GBT. Begitu juga jika Arema yang menang di semifinal maka pertandingan bisa diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.


"Hasilnya yang lolos Persebaya akan bertemu dengan Persija. Kalau didasarkan rapat koordinasi pengamanan, maka final di GBT dengan suporter pada 20 Februari 2020, kickoff pukul 19.00 WIB," ucap Amir.

Persebaya mengalahkan Arema FC di semifinal Piala Gubernur Jatim 2020.Persebaya mengalahkan Arema FC di semifinal Piala Gubernur Jatim 2020. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)
Lebih lanjut Amir mengatakan jika final digelar di Stadion GBT maka suporter Persija, The Jak Mania, dipastikan dilarang hadir. Hal itu untuk menghindari bentrokan antar-suporter. PSSI Jatim tidak mau mengambil risiko dan memilih mengikuti aturan kompetisi liga.

Final Piala Gubernur Jatim: Jakmania Dilarang Hadir
"Statusnya [sama] dengan liga resmi. Ketika pertandingan sepak bola suporternya mempunyai rivalitas tinggi, kesepakatan berlaku. Ketika di kandang Persebaya, The Jak tidak hadir ke stadion [GBT]," ujar Amir.

Pihak Pemprov Jatim dan Kepolisian hingga kini belum menentukan status final Piala Gubernur Jatim 2020. Amir mengatakan semua bergantung pada keputusan rakor di Mapolda Jatim hari ini. Rakor tersebut sekaligus menjadi evaluasi bersama pasca-bentrok di Kota Blitar.

"Bisa saja [batal]. Komitmen kami [PSSI Jatim] menyelesaikan turnamen ini. Kecuali Bu Gubernur [Khofifah Indar Parawansa] atau Kapolda menghendaki lain. Selanjutnya akan ada evaluasi bersama pihak keamanan, dengan pihak Pemprov Jatim," ucap Amir.

[Gambas:Video CNN] (frd/har)