Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, di sudut-sudut area Stadion Gelora Delta Sidoarjo tampak sejumlah orang yang menawarkan tiket pertandingan. Mulai dari kelas utama hingga ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antrean tiket Persebaya vs Persija mengular sejak subuh. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj) |
"Ya kesal. Biasanya kalau main di GBT, online semua praktis kok, ini malah begini," katanya.
Karena tak mendapat tiket di loket resmi, Fa'i pun mengaku terpaksa membeli tiket di salah satu calo dengan harga yang lebih mahal.
"Kena Rp200 ribu [per tiket], saya beli empat buat anak istri. Ya bagaimana lagi sudah sampai sini," katanya.
Padahal dalam penjualan di tempat, panitia memberlakukan aturan, satu orang hanya diperkenankan membeli paling banyak dua tiket. Beberapa orang bahkan hanya bisa membeli satu tiket lantaran persediaan menipis.
"Saya dari Tuban, jam 6 langsung antre di sini sudah banyak orang. Alhamdulillah jam 9 kebagian [tiket] ekonomi," Rudi.
Kendati demikian, kata Rudi banyak pula penonton lain yang kecewa lantaran tak mendapatkan kategori ekonomi. Sebab yang tersisa hanya tiket kelas utama yang harganya dipatok lebih mahal.
Sekretaris PSSI Jatim, Amir Burhannudin, mengatakan soal tiket, panitia pelaksana tak akan maksimalkan kapasitas penonton di stadion berkapasitas 30 ribu orang tersebut. PSSI, Polda, dan Pemprov Jatim sepakat hanya akan menyediakan 80 persen tiket kapasitas maksimal stadion.
"Tiket, kita kurangi 20 persen dari kapasitas stadion. Kapasitas stadion ada 30 ribu, maka nanti kita hanya akan menjual sekitar 24 ribu [tiket], dengan komposisi 15 ribu ekonomi, 6 ribu utama, dan 3 ribu VIP," kata Amir. (bac/bac)
Antrean tiket Persebaya vs Persija mengular sejak subuh. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj)