Tyson Fury Tak Lagi Mengekor Nama Besar Mike Tyson

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 17:26 WIB
Nama Tyson Fury terinspirasi dari Mike Tyson namun kini ia bisa berdiri penuh percaya diri dengan rekam jejaknya sendiri. Tyson Fury berhasil jadi juara dunia WBC. (AP Photo/Isaac Brekken)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tyson Fury terus terang mengakui namanya terinspirasi dari Mike Tyson. Namun kini nama Tyson Fury bisa berdiri dengan rekam jejaknya sendiri.

Fury yang kini tinggi besar dan terlihat seperti raksasa ternyata lahir dengan bobot yang sangat kecil. Fury lahir prematur, tiga bulan sebelum waktu kelahiran. Berat Fury saat lahir hanyalah sekitar 500 gram.

"Dokter berkata dia kemungkinan tidak bisa [hidup lama], karena dia sangat lemah. Saya katakan pada semua dokter, dia tidak akan jadi sosok yang kecil. Dia akan memiliki tinggi 2,1 meter, berat 127 kilogram," kata John Fury, ayah Tyson Fury.


John tanpa ragu menyematkan satu nama pada anaknya sebagai bentuk doa.
Tyson Fury Tak Lagi Mengekor Nama Besar Mike TysonTyson Fury yang tinggi besar lahir prematur. (John Gurzinski / AFP)

"Saya rasa hanya ada satu nama yang cocok untuk dirinya, dia berjuang keras untuk bisa hidup di dunia ini. Mike Tyson adalah sosok terbaik di dunia saat itu. Tyson Luke Fury, itulah nama anak tersebut," ujar John Fury.

Bukan kebetulan pula bila Tyson Fury menggeluti tinju. Keluarga Fury adalah keluarga petinju. John Fury adalah petinju profesional di era 80-an dan banyak keluarga Fury yang pentas di dunia tinju, termasuk mantan juara kelas menengah IBO Andy Lee.

Tyson Fury menunjukkan kehebatannya sebagai petinju dengan meraih beberapa medali di kompetisi amatir, Tyson Fury memutuskan untuk terjun ke dunia tinju profesional pada 2008 setelah jadi juara nasional di Inggris.

[Gambas:Video CNN]

Depresi dan Bangkit Kembali

Fury yang tampil di tahun 2008 pada usia 20 tahun harus menapaki jalan yang panjang untuk bisa dikenal luas. Tyson Fury lebih sering main di Inggris pada beberapa laga awal yang ia jalani.

Kesempatan besar yang ditunggu Fury akhirnya datang pada 2015, tujuh tahun setelah ia tampil sebagai petarung profesional. Fury mendapat kesempatan untuk menghadapi Wladimir Klitschko, penguasa kelas berat dalam satu dekade terakhir.
Tyson Fury sempat mengalami depresi usai mengalahkan Wladimir Klitschko.Tyson Fury sempat mengalami depresi usai mengalahkan Wladimir Klitschko. (Harry How/Getty Images/AFP)

Fury tampil dominan di laga tersebut sehingga akhirnya bisa meraih kemenangan mutlak di akhir laga.

Kegembiraan Fury atas prestasi tersebut tak berlangsung lama. Fury justru terjebak dalam depresi dan juga sempat terbukti positif mengonsumsi kokain. Hal itu mendorong Fury untuk melepaskan gelar yang ia miliki tanpa pernah melakukan pertandingan mempertahankan gelar juara.

Tyson Fury Tak Lagi Mengekor Nama Besar Mike Tyson
Fury baru bisa mengatasi masalah-masalah itu pada 2018 dan merasa termotivasi kembali di dunia tinju. Fury mendapat kesempatan duel perebutan gelar WBC Melawan Deontay Wilder di 2018. Pada duel itu, laga dinyatakan seri.

Hasil tersebut menyulut kontroversi karena Fury dianggap lebih unggul dalam penilaian 12 ronde sedangkan Wilder sendiri dua kali menjatuhkan Fury.

Fury pada akhirnya membuktikan kelasnya dalam laga rematch, Sabtu (22/2) waktu setempat. Fury menunjukkan performa dominan dan akhirnya menang TKO di ronde ketujuh.

Fury telah membuktikan kelasnya sebagai juara dunia tinju. Ia bahkan membuat Mike Tyson, sosok legenda yang jadi inspirasi namanya, ikut kagum akan performanya.

Tyson Fury tak lagi selalu berada dalam bayang-bayang nama besar Mike Tyson. Tyson Fury sudah menunjukkan bahwa ia juga bisa dikenal atas prestasi dan performa miliknya sendiri. (ptr/bac)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK