Rival Ingin Man City Didegradasi karena Financial Fair Play

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 00:51 WIB
Manchester City dua kali juara Liga Inggris di periode (2012-2016) yang dianggap bermasalah dalam financial fair play oleh UEFA. Rival ingin Man City didegradasi dari Premier League. (AP Photo/Rui Vieira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah rival Manchester City di Liga Inggris ingin The Citizens didegradasi karena melanggar aturan financial fair play.

Dikutip dari Daily Mail berdasarkan laporan The Athletic, banyak tim papan Inggris yang prihatin dengan kondisi Man City yang dihukum UEFA dengan larangan dua tahun di kompetisi Eropa.

Sementara itu, tidak sedikit juga yang ingin Manchester Biru dihukum berat karena pelanggaran tersebut. Klub-klub yang ingin Man City dihukum berat kesal karena dirugikan dengan harga yang dibayarkan klub yang bermarkas di Etihad itu kepada para pemain. Man City dituding jadi penyebab naiknya harga pemain di bursa transfer.


Sebagian klub Premier League yang tidak disebutkan namanya itu mendorong pihak Liga Inggris segera membuat keputusan sendiri, salah satunya hukuman mendegradasi Man City.

Man City dianggap bikin harga pemain melonjak di bursa transfer.Man City dianggap bikin harga pemain melonjak di bursa transfer. (Mike Egerton/PA via AP)
Akan tetapi, pemberitaan Daily Mail menyebut, hukuman degradasi masih terlalu jauh diberikan kepada Man City, dan sanksi itu akan mengubah Liga Inggris menjadi sirkus.

[Gambas:Video CNN]

Juara bertahan Liga Inggris itu diklaim menghindari aturan financial fair play sejak periode 2012 hingga 2016. Dalam periode itu Man City memenangi gelar Liga Inggris pertamanya pada 2012 dan kedua pada 2014. Dua musim itu masuk ke dalam periode yang dinilai UEFA.

Rival Ingin Man City Didegradasi karena Financial Fair Play
Man City mengatakan akan mengajukan banding terhadap keputusan UEFA itu melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Mereka mengaku tidak terkejut dengan hasil yang diberikan UEFA itu.

Penyelidikan dari UEFA dimulai lewat dokumen-dokumen yang diterbitkan media Jerman. Lewat dokumen itu Man City dianggap bersalah karena memiliki kesepakatan sponsor dengan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pemilik mereka sendiri di Abu Dhabi. (sry/sry)