PSSI dan LIB Jelaskan Polemik Hak Siar Liga 1 2020

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 18:59 WIB
Emtek memiliki hak siar eksklusif untuk tayangan free to air dan video streaming, MNC Vision bisa menayangkan Liga 1 2020 di televisi berbayar. Ilustrasi pertandingan di Liga 1 2019. (Dok. Persija)
Jakarta, CNN Indonesia -- PSSI dan operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan penjelasan terkait polemik hak siar antara Emtek dan MNC untuk tayangan Liga 1 2020.

Komisaris LIB, Endri Erawan mengatakan untuk tayangan Free to Air (FTA) memang sudah diberikan secara eksklusif pada Emtek sebagai pemegang hak siar. Di luar FTA, Emtek mendapatkan hak siar untuk menayangkan pertandingan Liga 1 2020 melalui jaringan Over The Top (OTT) melalui video streaming.

Sedangkan MNC Vision tidak mendapatkan hak siar secara eksklusif untuk menayangkan pertandingan Liga 1 2020 melalui FTA dan OTT.


"Tapi MNC Vision bisa menayangkan pertandingan Liga 1 2020 hanya untuk tayangan di televisi berbayar dan melalui streaming. Memang untuk tayangan streaming ini ada sedikit konflik," kata Endri saat bincang media bersama PSSI di Garuda Store, Jakarta, Selasa (25/2).

Pihak LIB, lanjut Endri, sudah mengkomunikasikan terkait konflik tersebut kepada pihak Emtek dan MNC. Di luar itu, ia menegaskan tayangan melalui streaming tidak dimiliki secara eksklusif oleh Emtek maupun MNC.

[Gambas:Video CNN]

MNC maupun Emtek mendapatkan hak siar dari LIB dan PSSI untuk menayangkan pertandingan Liga 1 2020 melalui layanan streaming. Tayangan streaming hanya berlaku untuk para pelanggan kedua stasiun televisi tersebut.

"Yang masih mau dikomunikasikan adalah berapa harga yang ditawarkan ke konsumen untuk bisa menyaksikan pertandingan melalui kedua tayangan streaming tersebut. Jangan sampai yang satu lebih mahal atau malah lebih murah," jelas Endri.

Endri menambahkan LIB saat ini berencana untuk menambah satu layanan streaming lainnya di luar kedua brand yang sudah mengikat komitmen untuk turut menyiarkan Liga 1 2020.

PSSI dan LIB Jelaskan Polemik Hak Siar Liga 1 2020
"Bahkan kami juga mau ada deal dengan Indihome untuk bisa menayangkan Liga 1 2020 melalui Usee TV. Sebab arahan Ketua Umum PSSI, supaya LIB bisa sebanyak-banyaknya menjual hak siar ini karena kita butuh banyak biaya, salah satunya buat bayar wasit dan lain-lain. Kami lihat dari broadcasting ini mana yang bisa dijual ke sponsor," ujar Endri.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule membenarkan adanya arahan untuk bisa menjual hak siar ke banyak pihak dalam rangka mencari tambahan biaya operasional. Ia pun telah memerintahkan kepada Direktur LIB, Cucu Somantri untuk bisa mendapatkan tambahan uang dari penjualan hak siar.

"Itu sudah saya serahkan ke Direktur Utama LIB, ke Pak Cucu. Biarkan Pak Cucu cari uang sebanyak-banyaknya. Karena kita kan juga butuh uang untuk bayar utang LIB yang sampai Rp138 miliar. Caranya dari mana, ya salah satunya dari situ," sebut Iwan Bule.

Gelaran Liga 1 2020 yang bakal bergulir mulai 29 Februari mendatang bakal menampilkan 306 pertandingan yang digelar setiap akhir pekan. Sebanyak 18 klub papan atas Indonesia siap bersaing untuk mendapatkan titel klub terbaik Indonesia di akhir musim yang diperkirakan selesai pada awal November 2020. (TTF/jal)