El Clasico kali ini bisa menjadi penentu gelar Liga Spanyol. Pasalnya, dengan 13 pertandingan tersisa Barcelona hanya unggul dua poin atas Madrid. Kemenangan sangat penting bagi kedua klub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
El Clasico pertama musim ini berakhir imbang tanpa gol. (AP Photo/Emilio Morenatti) |
Jangan berharap juga El Clasico akhir pekan ini akan tercipta banyak gol. Setidaknya dari kubu Madrid. Pasalnya, tim asuhan Zinedine Zidane itu menjadi salah satu tim dengan konversi peluang terburuk di Liga Spanyol musim ini.
Data di atas membuktikan Zidane belum mampu menyelesaikan masalah utama yang dimilikinya sejak musim lalu, yakni mencari pengganti Ronaldo. Karim Benzema yang diharapkan bisa menjadi lumbung gol justru melempem di paruh kedua musim.
Benzema sempat tampil agresif dengan mencetak 12 gol dari 16 pertandingan awal Liga Spanyol. Tapi, kemudian statistik itu mandek. Benzema hanya mampu mencetak satu gol sejak pertengahan Desember 2019 hingga saat ini, yakni saat Madrid menang atas Atletico Madrid, 1 Februari 2020.
Barcelona mengalami krisis pemain jelang melawan Real Madrid. (JOSE JORDAN / AFP) |
Krisis Pemain Barcelona
Jika Zidane sedang dipusingkan dengan lini depan yang tumpul, Quique Setien datang ke Santiago Bernabeu dengan masalah krisis pemain di kubu Barcelona. Jordi Alba, Sergi Roberto, Ousmane Dembele, dan Luis Suarez sudah dipastikan absen, sementara Gerard Pique diragukan main karena cedera saat melawan Napoli di Liga Champions.
Setien perlahan tapi pasti mengubah Barcelona seperti era Pep Guardiola, yakni melakukan penguasaan bola sebanyak mungkin dalam pertandingan. Bahkan pelatih Napoli Gennaro Gattuso mengaku merasakan tikitaka Barcelona kembali bersama Setien.
Tapi apakah tikitaka milik Setien cukup bagi Barcelona untuk mengalahkan Madrid? Ketika melawan Granada tim asal Catalunya itu melakukan hingga lebih dari 1.000 penyelesaian umpan, tapi Barcelona hanya mampu menang 1-0 lewat gol Lionel Messi di babak kedua.
Granada bukan klub selevel Madrid. Los Blancos merupakan tim dengan pertahanan terbaik di Liga Spanyol musim ini dengan baru kebobolan 17 gol dari 25 pertandingan. Kondisi itu bisa membuat Barcelona dibuat frustrasi membongkar lini pertahanan Madrid.
Secara garis besar jalannya pertandingan El Clasiso kali ini sudah bisa diprediksi. Barcelona akan berusaha melakukan penguasaan bola sebanyak mungkin dan berharap lini pertahanan Madrid melakukan kesalahan.
Lihat juga:Edusports: Harga dan Teknologi Helm MotoGP |
Sebaliknya, Madrid akan lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik lewat Vinicius Junior atau Gareth Bale jika pemain asal Wales itu diberi kepercayaan Zidane. Kondisi itu membuat detail-detail kecil akan menjadi penentu kemenangan. Satu kesalahan kecil bisa membuat Madrid atau Barcelona pulang dengan kekalahan.
Jika strategi di atas berulang di El Clasico kali ini, maka pertandingan ketat akan terjadi seperti pertemuan pertama Madrid vs Barcelona musim ini. Situasi bisa berubah jika Zidane atau Setien mau mengambil risiko dengan menerapkan strategi berbeda. (ptr)
El Clasico pertama musim ini berakhir imbang tanpa gol. (AP Photo/Emilio Morenatti)
Barcelona mengalami krisis pemain jelang melawan Real Madrid. (JOSE JORDAN / AFP)