ANALISIS

El Clasico Genting di Situasi Pening

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 09:45 WIB
El Clasico Genting di Situasi Pening El Clasico Real Madrid vs Barcelona bisa menjadi penentu gelar Liga Spanyol musim ini. (Josep LAGO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- El Clasico Real Madrid vs Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Senin (1/3), berpeluang kembali tidak menarik seperti pertemuan pertama. Namun dengan penentu gelar dipertaruhkan di laga ini, El Clasico diprediksi tetap berlangsung panas.

El Clasico kali ini bisa menjadi penentu gelar Liga Spanyol. Pasalnya, dengan 13 pertandingan tersisa Barcelona hanya unggul dua poin atas Madrid. Kemenangan sangat penting bagi kedua klub.

Liga Spanyol menggunakan sistem head-to-head untuk menentukan peringkat klasemen. Dengan skor imbang tanpa gol di pertemuan pertama, maka El Clasico Madrid vs Barcelona kali ini bisa menjadi penentu bagi kedua klub di akhir musim.


Sudah menjadi rahasia umum El Clasico jauh dari kata menarik sejak Cristiano Ronaldo meninggalkan Madrid. Bintang Barcelona Lionel Messi terkesan sudah tidak memiliki semangat untuk menjalani El Clasico. Bahkan antusiasme suporter memasuki El Clasico sudah jauh berkurang.

El Clasico pertama musim ini berakhir imbang tanpa gol.El Clasico pertama musim ini berakhir imbang tanpa gol. (AP Photo/Emilio Morenatti)
Statistik tidak berbohong. Dalam tiga El Clasico terakhir sejak Ronaldo pergi ke Juventus, hanya tujuh gol yang tercipta. Terakhir Barcelona dan Madrid bermain imbang tanpa gol pada pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, 18 Desember 2019.

Kali terakhir El Clasico berakhir tanpa gol terjadi pada 2002. Padahal di tiga laga terakhir ketika Ronaldo di Madrid ada 12 gol yang tercipta di El Clasico.

Jangan berharap juga El Clasico akhir pekan ini akan tercipta banyak gol. Setidaknya dari kubu Madrid. Pasalnya, tim asuhan Zinedine Zidane itu menjadi salah satu tim dengan konversi peluang terburuk di Liga Spanyol musim ini.

El Clasico Genting di Situasi Pening
Madrid memiliki konversi shot on goal hanya 39 persen dari 407 usaha tembakan yang membuahkan 46 gol. Sementara Barcelona memiliki akurasi yang lebih baik, yakni 62 gol dari 322 usaha tembakan.

Data di atas membuktikan Zidane belum mampu menyelesaikan masalah utama yang dimilikinya sejak musim lalu, yakni mencari pengganti Ronaldo. Karim Benzema yang diharapkan bisa menjadi lumbung gol justru melempem di paruh kedua musim.

Benzema sempat tampil agresif dengan mencetak 12 gol dari 16 pertandingan awal Liga Spanyol. Tapi, kemudian statistik itu mandek. Benzema hanya mampu mencetak satu gol sejak pertengahan Desember 2019 hingga saat ini, yakni saat Madrid menang atas Atletico Madrid, 1 Februari 2020.

Barcelona mengalami krisis pemain jelang melawan Real Madrid.Barcelona mengalami krisis pemain jelang melawan Real Madrid. (JOSE JORDAN / AFP)
Masalah Zidane jelang El Clasico melawan Barcelona bertambah setelah Eden Hazard dipastikan absen karena cedera. Kondisi itu membuat Zidane pening, karena top skor Madrid setelah Benzema di Liga Spanyol musim ini adalah Sergio Ramos yang merupakan bek tengah.

Krisis Pemain Barcelona

Jika Zidane sedang dipusingkan dengan lini depan yang tumpul, Quique Setien datang ke Santiago Bernabeu dengan masalah krisis pemain di kubu Barcelona. Jordi Alba, Sergi Roberto, Ousmane Dembele, dan Luis Suarez sudah dipastikan absen, sementara Gerard Pique diragukan main karena cedera saat melawan Napoli di Liga Champions.

Setien perlahan tapi pasti mengubah Barcelona seperti era Pep Guardiola, yakni melakukan penguasaan bola sebanyak mungkin dalam pertandingan. Bahkan pelatih Napoli Gennaro Gattuso mengaku merasakan tikitaka Barcelona kembali bersama Setien.

Tapi apakah tikitaka milik Setien cukup bagi Barcelona untuk mengalahkan Madrid? Ketika melawan Granada tim asal Catalunya itu melakukan hingga lebih dari 1.000 penyelesaian umpan, tapi Barcelona hanya mampu menang 1-0 lewat gol Lionel Messi di babak kedua.

Granada bukan klub selevel Madrid. Los Blancos merupakan tim dengan pertahanan terbaik di Liga Spanyol musim ini dengan baru kebobolan 17 gol dari 25 pertandingan. Kondisi itu bisa membuat Barcelona dibuat frustrasi membongkar lini pertahanan Madrid.

Secara garis besar jalannya pertandingan El Clasiso kali ini sudah bisa diprediksi. Barcelona akan berusaha melakukan penguasaan bola sebanyak mungkin dan berharap lini pertahanan Madrid melakukan kesalahan.


Sebaliknya, Madrid akan lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik lewat Vinicius Junior atau Gareth Bale jika pemain asal Wales itu diberi kepercayaan Zidane. Kondisi itu membuat detail-detail kecil akan menjadi penentu kemenangan. Satu kesalahan kecil bisa membuat Madrid atau Barcelona pulang dengan kekalahan.

Jika strategi di atas berulang di El Clasico kali ini, maka pertandingan ketat akan terjadi seperti pertemuan pertama Madrid vs Barcelona musim ini. Situasi bisa berubah jika Zidane atau Setien mau mengambil risiko dengan menerapkan strategi berbeda. (ptr)