Menpora Setuju Anies Tunda Formula E 2020 Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 12/03/2020 12:06 WIB
Menpora Setuju Anies Tunda Formula E 2020 Jakarta Formula E Jakarta 2020 ditunda. (KENZO TRIBOUILLARD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sepakat dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunda balapan Formula E 2020 pada 6 Juni mendatang.

Menpora telah mendapatkan tembusan surat penundaan yang dikirimkan Anies kepada Panitia Penyelenggara Formula E 2020, Jakpro (Jakarta Propertindo).

Selain Kemenpora, beberapa kementerian terkait termasuk Kementerian Sekretariat Negara dan Pihak Kepolisian juga mendapatkan tembusan surat tersebut.


"Gubernur sudah membuat surat untuk menunda dan kami dapat tembusannya. Ini event olahraga tapi urusannya dengan Pemprov DKI, makanya yang menunda itu Gubernur. Jadi kami memahami keputusan itu," kata Menpora, Kamis (12/3).

Gubernur Anies menunda balapan Formula E 2020 Jakarta yang seharusnya berlangsung pada 6 Juni mendatang. Penundaan itu terkait dengan imbas penyebaran wabah virus corona di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Juru bicara pemerintah khusus penanggulangan virus corona, Achmad Yurianto menyebut di Indonesia telah ditemukan 34 kasus positif virus corona hingga Rabu (11/3). Satu orang dikabarkan meninggal dunia yakni pasien nomor 25, warga negara asing berusia 53 tahun.

Menpora Zainudin memahami kekhawatiran yang terjadi terhadap penyebaran virus corona dengan agenda kegiatan olahraga yang dijadwalkan digelar di Jakarta.

"Ini kan [wabah virus corona] ada di cluster DKI Jakarta, jadi pemerintah daerah yang turun tangan. Di sepak bola juga kemarin tanpa penonton PSM lawan Kaya FC, Persija dengan Persebaya ditunda. Jadi saya memahami kondisi ini," tegasnya.

Menpora juga memberikan imbauan kepada para pemain Garuda Select yang saat ini tengah menjalani latihan di Inggris serta pahlawan bulutangkis Indonesia yang sedang berjuang di All England.

"Ya, mereka harus hati-hati. Jangan lupa cuci tangan. Kemana-mana bawa hand sanitizer. Kita harus hati-hati, tapi jangan panik. Kewaspadaan perlu tapi jangan panik," sebut politikus Partai Golkar tersebut. (TTF/jun)