Pelatih PDP Corona, PBSI Harap Dapat Rapid Test

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 16:48 WIB
PBSI berharap atlet badminton dapat rapid test virus corona setelah seorang pelatih masuk PDP virus corona. Ilustrasi badminton. (Pixabay/weinstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Achmad Budiharto berharap para atlet dan ofisial yang saat ini berada di Pelatnas Cipayung bisa mendapatkan rapid test virus corona.

Keinginan itu semakin besar setelah pelatih tunggal putra nasional ditetapkan sebagai Pasien Dengan Pengawasan (PDP) virus corona pada Senin (23/3) malam. Saat ini, pelatih tunggal putra tersebut sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Pelni.

Penetapan status PDP itu setelah yang bersangkutan pulang dari Birmingham Inggris, untuk menemani para atlet berlaga di ajang All England pada 11-15 Maret. Para atlet dan ofisial yang pulang dari Inggris kemudian langsung menjalani isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung.


"Kami sudah laporkan ini ke pihak Kemenpora. Sejak Rabu pekan lalu kami juga sudah minta untuk dilakukan tes corona, tapi kami masih harus menunggu," kata Budi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).

PBSI Berharap Dapat Prioritas Rapid Tes Virus Corona
Budi yakin pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah mempunyai rencana terbaik untuk para atlet dan ofisial badminton. Termasuk untuk menjalani rapid test corona bagi yang menunjukkan gejala terpapar virus corona.

"Mereka pasti sudah ada rencana," sebutnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Susy Susanti memastikan para atlet di Pelatnas Cipayung masih menjalankan rutinitas latihan tapi fokus menjaga kebugaran tubuh. Proses karantina di Pelatnas Cipayung diberlakukan lebih ketat, salah satunya dengan tidak memperbolehkan ada yang keluar masuk dan semua mengikuti aturan dari pemerintah di bawah kontrol dokter tim pelatnas.

PBSI Berharap Dapat Prioritas Rapid Tes Virus Corona
"Latihan tetap menyesuaikan dengan kesehatan atlet untuk menjaga performance saja, jadi tidak dalam kerumunan massa. Berjarak di setiap lapangan latihan dan dibagi menjadi beberapa sesi. Setelah latihan, lapangan akan disemprot dengan disinfektan. Sedangkan atlet yang baru pulang dari All England latihannya dipisah," jelas Susi.

Sementara itu, Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kemenpora dan bersurat dengan Kementerian Kesehatan untuk meminta pengecekkan terhadap para atlet di Pelatnas Cipayung.

"Kami tinggal tunggu alat tesnya. Kami sudah bersurat ke Kemenkes. Ini kami bisa fasilitasi. Setelah ada alatnya, baru bisa dilakukan pengecekan dalam waktu dekat ini," ujar Okto.

[Gambas:Video CNN]

(TTF/jal)