Olimpiade 2020 Mungkin Digelar pada Juli 2021

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 15:49 WIB
Olimpiade 2020 Mungkin Digelar pada Juli 2021 Ilustrasi Olimpiade 2020. (AFP/FABRICE COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia penyelenggara Olimpiade (TOGOC) berencana menggelar Olimpiade 2020 Tokyo pada bulan Juli 2021.

Olimpiade 2020 yang semula dijadwalkan berlangsung 24 Juli sampai 9 Agustus telah resmi ditunda. Keputusan ini diambil IOC dan TOGOC seiring pandemi virus corona.

Saat ini jadwal baru pesta olahraga terbesar di dunia itu tengah dalam tahap pembicaraan. Ada kemungkinan Olimpiade 2020 akan digelar pada 23 Juli 2021.


Wacana menggelar Olimpiade 2020 pada 23 Juli berawal dari ide Gubernur Tokyo, Yuriko Koike pada Jumat (27/3) lalu. Ia mengungkapkan gagasan tersebut karena cuaca di bulan Juli tidak terlalu panas.

Olimpiade 2020 Mungkin Digelar pada Juli 2021
Dengan begitu lomba seperti lari marathon dan lomba di cabang olahraga lain tidak terkendala dengan cuaca panas di Tokyo. Pihak TOGOC dan juga Mori akan membahas soal ide ini dengan pihak IOC.

TOGOC yang dipimpin Yoshiro Mori menyatakan saat ini sedang berdiskusi dengan IOC. Saat diwawancara stasiun TV Jepang seperti dilaporkan media Asahi Shimbun, Mori mengungkapkan keputusan terkait jadwal baru Olimpiade 2020 bisa diketahui sepekan ke depan.

Olimpiade 2020 Mungkin Digelar pada Juli 2021
Sebelumnya, Pemerintah Jepang bersama IOC telah memutuskan untuk menunda Olimpiade 2020 karena pandemi corona pada Selasa(24/3) lalu. Dalam keputusan itu disebutkan pula Olimpiade 2020 akan digelar paling lambat pada pertengahan tahun 2021.

Pembatalan ini sesuai dengan prediksi IOC pada Minggu (22/3) waktu setempat. Dalam rilis tersebut IOC memiliki rencana menunda Olimpiade 2020 sebagai keputusan 'terburuk' di tengah pandemi corona. IOC menyebutkan, keputusan akan dibuat dalam empat minggu ke depan.

Akan tetapi, dua hari setelah rilis tersebut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden IOC Thomas Bach mencapai kesepakatan menunda Olimpiade edisi ke-32 tersebut hingga tahun depan.

[Gambas:Video CNN]

(jal/nva)