Nama lengkapnya adalah Ronaldo de Assis Moreira. Akrab disapa Ronaldinho -tambahan akhiran inho- untuk menekankan kecil atau junior.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada usia 20 tahun, Ronaldinho dipinang klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint Germain, sebelum diboyong Barcelona pada 2003.
Puncak karier Ronaldinho bersama Barcelona. (AFP PHOTO/JOSE JORDAN) |
Barcelona adalah puncak karier tertinggi seorang Ronaldinho. Trofi domestik hingga gelar Liga Champions berhasil diraih selama lima tahun bersama Blaugrana.
Namun, ketenaran dan uang berlimpah membuat Ronaldinho gelap mata. Ia larut di dunia malam dan nyaris tak pernah lepas dari pesta.
[Gambas:Video CNN]
Pelatih Barcelona saat itu, Pep Guardiola, tak suka dengan kepribadian model Ronaldinho. Pep memilih menyiapkan remaja La Masia, Lionel Messi, lebih cepat dari semestinya.
Kebetulan Messi juga bocah spesial yang mudah beradaptasi dengan tim utama. Setelah setahun dilatih Pep, Ronaldinho memutuskan hengkang ke AC Milan.
Di Milan, karier Ronaldinho mulai goyang. Kebugarannya juga perlahan menurun dan hanya bertahan dua tahun di Serie A sebelum memutuskan pulang kampung dan berkelana di berbagai klub Brasil seperti Flamengo, Atletico Mineiro, Queretaro, dan Fluminense.
Ronaldinho memang mencintai sepak bola. Tapi, ia kesulitan keluar dari kebiasaan berpesta di klub malam. Itu yang membuat staminanya berangsur anjlok.
Setelah pensiun, kehidupan Ronaldinho makin berantakan. Investasi yang dimiliki satu per satu lepas dari genggaman. Kisah percintaannya kandas hingga terlibat utang besar.
Ia benar-benar mengalami krisis finansial pada 2018. Pengadilan menyita hampir seluruh asetnya, termasuk koleksi mobil dan lukisan mahal.
Bahkan Ronaldinho pernah dinyatakan bangkrut setelah rekeningnya diketahui hanya memiliki 5 poundsterling atau kurang dari Rp100 ribu.
Yang terbaru, Ronaldinho tersandung kasus pemalsuan paspor yang membuatnya mendekam di penjara Paraguay selama tiga pekan terakhir. Ia terpaksa merayakan ulang tahun ke-40 di balik jeruji.
Perjalanan hidup peraih Ballon d'Or 2005 itu berada di titik nadir. Segala ketenaran dan kejayaan kini tinggal cerita.
Dunia malam sepertinya tak berjodoh dengan pesepakbola. Contohnya, karier Adriano bersama Inter Milan juga hancur karena terjerumus minuman keras dan dunia malam.
Semoga Ronaldinho bisa kembali bangkit dari keterpurukan dan jadi inspirasi bagi banyak orang. Seperti halnya Diego Maradona yang lepas dari jerat narkoba meski gagal meneruskan karier sebagai pelatih. (bac)
Puncak karier Ronaldinho bersama Barcelona. (AFP PHOTO/JOSE JORDAN)