ANALISIS

Ronaldinho Si Raja Pesta Berujung Sengsara

Jun Mahares, CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 19:21 WIB
Ronaldinho Si Raja Pesta Berujung Sengsara Dunia malam merenggut kejayaan Ronaldinho. (AFP PHOTO / LLUIS GENE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ronaldinho adalah seniman sepak bola sejati asal Brasil yang punya segala syarat untuk jadi legenda. Sayang, hobinya berpesta berujung sengsara.

Nama lengkapnya adalah Ronaldo de Assis Moreira. Akrab disapa Ronaldinho -tambahan akhiran inho- untuk menekankan kecil atau junior.

Nama tersebut melekat karena sejak usia delapan tahun sudah sering bermain dengan rekan setim yang lebih tua. Keistimewaannya sudah terlihat sejak kanak-kanak.


Ia merintis karier bersama Gremio. Klub yang memiliki akademi pencetak pemain andal seperti Ajax Amsterdam di Eropa.

Pada usia 20 tahun, Ronaldinho dipinang klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint Germain, sebelum diboyong Barcelona pada 2003.

Puncak karier Ronaldinho bersama Barcelona.Puncak karier Ronaldinho bersama Barcelona. (AFP PHOTO/JOSE JORDAN)
Diberkahi dengan teknik mumpuni, trik-trik aduhai, dan umpan jitu, Ronaldinho menjelma dewa di Camp Nou. Nyaris tak ada yang bisa menghentikan aksinya ketika memegang bola.

Barcelona adalah puncak karier tertinggi seorang Ronaldinho. Trofi domestik hingga gelar Liga Champions berhasil diraih selama lima tahun bersama Blaugrana.

Namun, ketenaran dan uang berlimpah membuat Ronaldinho gelap mata. Ia larut di dunia malam dan nyaris tak pernah lepas dari pesta.

[Gambas:Video CNN]

Pelatih Barcelona saat itu, Pep Guardiola, tak suka dengan kepribadian model Ronaldinho. Pep memilih menyiapkan remaja La Masia, Lionel Messi, lebih cepat dari semestinya.

Kebetulan Messi juga bocah spesial yang mudah beradaptasi dengan tim utama. Setelah setahun dilatih Pep, Ronaldinho memutuskan hengkang ke AC Milan.

Di Milan, karier Ronaldinho mulai goyang. Kebugarannya juga perlahan menurun dan hanya bertahan dua tahun di Serie A sebelum memutuskan pulang kampung dan berkelana di berbagai klub Brasil seperti Flamengo, Atletico Mineiro, Queretaro, dan Fluminense.

Ronaldinho memang mencintai sepak bola. Tapi, ia kesulitan keluar dari kebiasaan berpesta di klub malam. Itu yang membuat staminanya berangsur anjlok.

Ronaldinho Si Raja Pesta Berujung Sengsara
Krisis Finansial

Setelah pensiun, kehidupan Ronaldinho makin berantakan. Investasi yang dimiliki satu per satu lepas dari genggaman. Kisah percintaannya kandas hingga terlibat utang besar.

Ia benar-benar mengalami krisis finansial pada 2018. Pengadilan menyita hampir seluruh asetnya, termasuk koleksi mobil dan lukisan mahal.

Bahkan Ronaldinho pernah dinyatakan bangkrut setelah rekeningnya diketahui hanya memiliki 5 poundsterling atau kurang dari Rp100 ribu.

Sejak saat itu, Ronaldinho tampak bersedia menerima undangan dari pelosok negeri untuk mendapat pemasukan.

Yang terbaru, Ronaldinho tersandung kasus pemalsuan paspor yang membuatnya mendekam di penjara Paraguay selama tiga pekan terakhir. Ia terpaksa merayakan ulang tahun ke-40 di balik jeruji.

Perjalanan hidup peraih Ballon d'Or 2005 itu berada di titik nadir. Segala ketenaran dan kejayaan kini tinggal cerita.

Dunia malam sepertinya tak berjodoh dengan pesepakbola. Contohnya, karier Adriano bersama Inter Milan juga hancur karena terjerumus minuman keras dan dunia malam.

Megabintang timnas Brasil saat ini, Neymar, juga harus berkaca pada kasus Ronaldinho dan Adriano. Dunia malam bisa membuat karier dan masa depan mereka berantakan. Gaji besar saat aktif bermain tak tersisa di hari tua.

Semoga Ronaldinho bisa kembali bangkit dari keterpurukan dan jadi inspirasi bagi banyak orang. Seperti halnya Diego Maradona yang lepas dari jerat narkoba meski gagal meneruskan karier sebagai pelatih. (bac)