Bos Honda Ungkap Rahasia Mengejutkan soal Rossi di 2015

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 11:27 WIB
Bos Repsol Honda Livio Suppo sempat meminta Marc Marquez dan Dani Pedrosa kembali ke garasi pada balapan MotoGP Valencia 2015. Valentino Rossi gagal menjadi juara dunia MotoGP 2015. (AFP PHOTO / JAVIER SORIANO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur tim Repsol Honda Livio Suppo mengungkap sebuah rahasia mengejutkan terkait perseteruan Marc Marquez dengan Valentino Rossi di MotoGP 2015.

Rossi kehilangan gelar juara dunia kesepuluh setelah dikalahkan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, di akhir musim MotoGP 2015. The Doctor menutup musim dengan kalah lima poin dari Lorenzo setelah finis posisi empat pada balapan MotoGP Valencia.

Dalam wawancara dengan Moto, Suppo mengatakan sempat memiliki rencana untuk menarik Marquez dan Dani Pedrosa pada balapan MotoGP Valencia 2015.


Langkah itu diambil sebagai bentuk sikap tim setelah Rossi menuduh Marquez membantu Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015. Namun, rencana Suppo ditolak mantan wakil presiden Honda Racing Corporation (HRC) Shuhei Nakamoto.

Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez belum pulih hingga kini.Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez belum pulih hingga kini. (AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE)
"Di Valencia tensi sangat tinggi. Saya bicara ke Nakamoto untuk menurunkan Marquez dan Pedrosa, tapi menarik mereka kembali ke garasi setelah lap pertama. Saya tidak bisa terus bersama Nakamoto pada hari itu, pada akhirnya mereka terus membalap," ujar Suppo.

Suppo mengungkapkan rencana itu untuk melindungi Marquez, yang dianggapnya menjadi korban persaingan antara Rossi dan Lorenzo di MotoGP 2015.

"Jelas setelah MotoGP 2015 berakhir Marquez terlihat down. Saya memikirkan 1.000 kemungkinan skenario [apa yang sebenarnya terjadi], tapi tidak ada yang buruk. Saya pikir ini manusiawi, apa yang dilakukan Marquez beberapa pekan sebelumnya, dia hanya melakukan apa yang harus dilakukan," ucap Suppo.

Bos Honda Ungkap Rahasia Mengejutkan soal Rossi di 2015
Andai rencana Suppo diterima Nakamoto, Rossi seharusnya bisa menjadi juara dunia MotoGP 2015 dengan keunggulan dua poin atas Lorenzo di akhir musim. Pasalnya, ketika itu Marquez dan Pedrosa finis posisi dua-tiga di depan Rossi.

Rossi sendiri harus memulai balapan MotoGP Valencia 2015 dari posisi belakang setelah mendapat hukuman. The Doctor dihukum karena dianggap menendang Marquez hingga terjatuh pada balapan MotoGP Malaysia 2015.

[Gambas:Video CNN]
Suppo juga mengatakan perseteruan Rossi dengan Marquez sudah muncul sejak usai MotoGP Australia 2015. Dalam pesta yang diadakan pihak Honda usai balapan di Sirkuit Phillip Island, Rossi menuduh Marquez membantu Lorenzo pada balapan MotoGP Australia.

"Dua pebalap 'alpha' berseteru, juara baru melawan singa tua. Phillip Island 2015 balapan yang luar biasa. Honda selalu menggelar pesta usai balapan, dan pebalap lainnya datang, malam itu Rossi juga datang," ucap Suppo.

"Itu adalah kali pertama Rossi mengatakan sesuatu ke Marquez. Tapi itu adalah balapan klasik di Phillip Island. Ini bukan hanya opini saya, tapi Anda juga bisa lihat catatan waktunya. Tapi, itu [perseteruan Rossi vs Marquez] adalah momen buruk untuk kejuaraan," ujar Suppo. (har/jun)