Klub-klub di Liga Inggris mendapat serangan kritik pedas karena berniat memanfaatkan Skema Retensi Pekerjaan selama pandemi virus corona berlaku hanya kepada staf. Skema itu adalah hanya membayar 80 persen gaji demi mencegah pemutusan hubungan kerja massal di Britania Raya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga Arsenal di Liga Inggris. (Yui Mok/PA via AP) |
"Dengan segala hormat, mereka seharusnya yang pertama mengorbankan gaji mereka daripada mereka yang menjual program, katering, atau orang-orang yang bahkan gajinya jauh dari para pesepakbola di Liga Inggris," kata Khan dikutip dari The Independent.
Para pesepakbola, terutama pemain top dunia, disebut Khan bukan orang-orang yang langsung merasakan krisis ekonomi akibat virus corona.
"Seharusnya orang-orang yang memiliki 'bahu lebih besar' yang pertama [dipotong gaji] karena mereka masih bisa mengangkat beban dan bahkan masih bisa menabung ketimbang orang-orang bekerja sebagai katering atau penyambutan yang tak punya tabungan," kata Khan.
Sejauh ini klub-klub yang memotong gaji para staf mereka adalah Tottenham, Norwich City, dan Newcastle United. Para pemain tak tersentuh sama sekali dari pemotongan gaji. (bac/sry)
Laga Arsenal di Liga Inggris. (Yui Mok/PA via AP)