Wali Kota London Minta Pemain Liga Inggris Rela Potong Gaji

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 05:22 WIB
Wali Kota London Minta Pemain Liga Inggris Rela Potong Gaji Para pemain Tottenham Hotspur tak mengalami pemotongan gaji. (AP Photo/Alastair Grant)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Inggris, Sadiq Khan, meminta seluruh pemain di Liga Inggris merelakan pemotongan gaji selama masa darurat virus corona.

Klub-klub di Liga Inggris mendapat serangan kritik pedas karena berniat memanfaatkan Skema Retensi Pekerjaan selama pandemi virus corona berlaku hanya kepada staf. Skema itu adalah hanya membayar 80 persen gaji demi mencegah pemutusan hubungan kerja massal di Britania Raya.

Sebelumnya, Pemimpin Eksekutif Tottenham Hotspur, Daniel Levy mengumumkan pada Selasa (31/3), pemotongan 20 persen gaji sekitar 550 karyawannya dan merumahkan mereka.


Namun, kebijakan pemotongan gaji karyawan itu tidak berlaku bagi para pemain dan manajemen. Mereka tetap menerima gaji secara utuh.

Laga Arsenal di Liga Inggris. (Laga Arsenal di Liga Inggris. (Yui Mok/PA via AP)
Keputusan Levy tersebut mengundang kritik publik. Apalagi, Levy sendiri menerima bayaran 7 juta poundsterling atau setara Rp145 miliar.

"Dalam pemikiran saya, selalu bahwa mereka yang amat mampu seharusnya membantu mereka yang sangat membutuhkan bantuan. Mereka yang memiliki kekuatan sangat besar, seharusnya menanggung beban lebih besar."

"Dengan segala hormat, mereka seharusnya yang pertama mengorbankan gaji mereka daripada mereka yang menjual program, katering, atau orang-orang yang bahkan gajinya jauh dari para pesepakbola di Liga Inggris," kata Khan dikutip dari The Independent.

Para pesepakbola, terutama pemain top dunia, disebut Khan bukan orang-orang yang langsung merasakan krisis ekonomi akibat virus corona.

Walikota London Minta Pemain Liga Inggris Rela Potong Gaji

"Seharusnya orang-orang yang memiliki 'bahu lebih besar' yang pertama [dipotong gaji] karena mereka masih bisa mengangkat beban dan bahkan masih bisa menabung ketimbang orang-orang bekerja sebagai katering atau penyambutan yang tak punya tabungan," kata Khan.

Sejauh ini klub-klub yang memotong gaji para staf mereka adalah Tottenham, Norwich City, dan Newcastle United. Para pemain tak tersentuh sama sekali dari pemotongan gaji. (bac/sry)