PSG yang Terbiasa Beli Pemain Mahal dan Lepas Talenta Muda

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 14:44 WIB
Paris Saint-Germain mulai terbiasa membeli pemain mahal dan melepas talenta muda yang bisa menjadi bintang di kemudian hari. Matteo Guendouzi jebolan akademi PSG yang bersinar di klub luar. (AP Photo/Alastair Grant)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paris Saint-Germain mulai terbiasa membeli pemain mahal dan melepas talenta muda yang bisa menjadi bintang di kemudian hari.

Kebiasaan PSG melepas bintang muda mereka sudah berlangsung cukup lama. Bahkan jauh sebelum sejak Qatar Sports Investments (QSI) mengambil alih PSG.

PSG terlalu bergantung pada investasi pemain asing sehingga melupakan pemain tempaan sendiri yang berasal dari akademi mereka.


Sebelum Qatar Sports tiba di Paris, PSG sudah tak jeli memantau talenta spesial. Bakat Patrice Evra disia-siakan hingga akhirnya jadi pemain bintang di Manchester United.

Tak jauh beda dengan kisah Nicolas Anelka. Ia menjelma sebagai salah satu striker muda terbaik dunia setelah pindah ke Arsenal yang akhirnya dilirik klub raksasa Spanyol, Real Madrid.

Patrice Evra melesat bersama Manchester United.Patrice Evra melesat bersama Manchester United. (AFP PHOTO/ANDREW YATES)
Seperti tak belajar dari pengalaman masa lalu, PSG melakukan blunder yang sama di era Qatar Sports. Mereka memilih mendatangkan sederet pemain bintang dengan harga fantastis.

Di antaranya Thiago Silva, Zlatan Ibrahimovic, Cavani, Edinson Cavani, Angel Di Maria, Neymar, hingga Kylian Mbappe.

Yang pasti, Les Parisiens masih jarang memberikan kesempatan kepada pemain jebolan akademi yang berpotensi jadi bintang. Itu terjadi kepada Kingsley Coman dan Matteo Guendouzi.

PSG yang Terbiasa Beli Pemain Mahal dan Lepas Talenta Muda
Coman hanya empat kali tampil di tim utama PSG sebelum akhirnya dipinjamkan ke Juventus pada 2014. Winger muda tersebut juga tak mendapatkan banyak kesempatan di Juventus hingga akhirnya bersinar bersama Bayern Munchen.

PSG juga salah menilai Guendouzi. Bergabung akademi sejak usia enam tahun, pemain timnas Prancis junior itu belum sempat tampil di tim senior dan akhirnya dilepas ke Lorient pada 2014.

PSG yang Terbiasa Beli Pemain Mahal dan Lepas Talenta MudaKingsley Coman jadi salah satu pilar Bayern Munchen. (AP Photo/Matthias Schrader)
Guendouzi muda berhasil mencuri perhatian di Lorient hingga akhirnya diboyong Arsenal pada 2018. Semula banyak yang meragukan pemuda 20 tahun itu bisa bersaing di Emirates.

Namun, perjuangan keras Guendouzi membuat para pelatih Arsenal terkesima. Gelandang lincah tersebut mulai bermain reguler di dua musim terakhir.

Ketika PSG terlalu sibuk mengincar pemain matang dengan banderol mahal, para pemain akademi mereka justru bersinar dan siap jadi pemain mahal bersama klub lain.

Kebijakan di bawah Qatar Sports Investments memang berhasil menghadirkan enam gelar domestik. Tapi, PSG hingga saat ini belum pernah menyentuh final Liga Champions. (jun/bac)